Di Indonesia, kemandirian sering dianggap sebagai pemberontakan dimana anak berusaha mendapatkan kebebasan seutuhnya. Remaja berusaha mandiri secara emosi, bagi remaja tuntutan untuk memperoleh kemandirian secara emosional merupakan dorongan internal dalam mencari jati diri, bebas dari perintah-perintah dan kontrol orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian emosional remaja di Gampong Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional study. Populasi berjumlah 285 remaja. Sampel berjumlah 75 remaja.Teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara terpimpin. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner Emotional Autonomy Scale (EAS) Steinberg Silverberg yang terdiri dari 20 pernyataan. Uji analisa data yang dilakukan adalah univariat. Secara umum, hasil penelitian gambaran tingkat kemandirian emosional remaja di Gampong Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh berada pada kategori tinggi yaitu 54 remaja (72,0%), de-idealized kategori tinggi 48 remaja (64,0%), non-dependency kategori tinggi 51 remaja (68,0%), perceive parent as people kategori tinggi 66 remaja (88,0%) dan individuation kategori tinggi 74 remaja (98,7%). Oleh karena itu, diharapkan orang tua untuk melibatkan anak remajanya dalam pengambilan keputusan dirumah agar mereka dapat mengeluarkan pendapatnya sehingga perkembangan kemandirian emosional remaja akan meningkat hingga mencapai kemandirian seutuhnyapengumpulan data yaitu kuesioner Emotional Autonomy Scale (EAS) Steinberg Silverberg yang terdiri dari 20pernyataan. Uji analisa data yang dilakukan adalah univariat. Secara umum, hasil penelitian gambaran tingkatkemandirian emosional remaja di Gampong Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh berada padakategori tinggi yaitu 54 remaja (72,0%), de-idealized kategori tinggi 48 remaja (64,0%), non-dependencykategori tinggi 51 remaja (68,0%), perceive parent as people kategori tinggi 66 remaja (88,0%) danindividuation kategori tinggi 74 remaja (98,7%). Oleh karena itu, diharapkan orang tua untuk melibatkan anakremajanya dalam pengambilan keputusan dirumah agar mereka dapat mengeluarkan pendapatnya sehinggaperkembangan kemandirian emosional remaja akan meningkat hingga mencapai kemandirian seutuhnya.