Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis yang menyerang paru dan dapat menyebar ke setiap bagian tubuh. Pasien TB biasanya mengalami batuk berdahak bercampur darah, sesak napas, dan nafsu makan menurun sehingga berat badan pasien TB menurun. Pengobatan dalam jangka waktu lama juga memberikan efek samping seperti mual dan muntah sehingga intake nutrisi tidak adekuat. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh pasien TB paru untuk menunjang keberhasilan pengobatan dan berperan dalam pemenuhan nutrisi yang adekuat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016.Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengumpulan data adalah purposive sampling pada 55 pasien TB paru. Analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman menggunakan software komputer. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada pasien TB paru (p-value: 0,000). Secara khusus ada hubungan antara dukungan sosial(p-value: 0,004), dukungan penilaian(p-value: 0,001), dukungan tambahan(p-value: 0,000) dan dukungan emosional(p-value: 0,007) dengan pemenuhan nutrisi pada pasien TB paru. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan pemenuhan nutrisi pada pasien TB paru di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2016. Keluarga diharapkan dapat meningkatkan dukungan keluarga khususnya dukungan sosial dan tambahan dalam pemenuhan nutrisi pasien TB dan bagi tenaga kesehatan umum diharapkan dapat memberikan informasi kepada keluarga terkait pemenuhan nutrisi yang tepat pada pasien TB untuk mempercepat proses penyembuhan.