Discharge planning merupakan suatu proses pendidikan kesehatan kepada pasien yang dimulai dari sejak pasien masuk ke rumah sakit hingga pulang mengenaimedication, environment, treatment, health teaching, outpatient referal, dan diet. Pelaksanaan discharge planning yang tidak optimal menyebabkan pasien yang pernah di rawat dan di rawat kembali dengan penyakit yang sama akibat tindakan keperawatan di rumah secara kontinu. Pengetahuan tentang discharge planningakan membuat seorang perawat sadar bahwa pentingnya discharge planning sehingga akan melaksanakannya secara baik dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh Tahun 2016. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 60 perawat pelaksana dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 8 februari s/d 20 Juli 2016 menggunakan kuesioner.Metode analisa data mengunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pengetahuan perawat tentang discharge planning dalam kategori kurang 51,7% dan pelaksanaan discharge planning dalam kategori kurang 68,3% sehingga terdapat hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh Tahun 2016 (P-value 0,003 α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning.Perawat diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan melaksanakan discharge planningsecara optimaldan diharapkan kepada pengambil kebijakan agar menyediakan pelatihan, leaflet dan media untuk melakukandischarge planning sehingga dapat menfasilitasi perawat untuk melakukandischarge planning dengan baik.