Penggunaan APD oleh petugas kesehatan saat menolong persalinan masih belum lengkap. Petugas kesehatan hanya menggunakan sarung tangan, masker, dan apron saat menolong persalinan, sedangkan kacamata/glasses dan sepatu boot tidak digunakan. Hal ini sangat beresiko bagi petugas kesehatan karena mereka dapat tertular berbagai penyakit dari cairan tubuh pasien. Sanksi bagi petugas kesehatan yang tidak menggunakan APD dengan lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemakaian APD meliputi menggunakan sarung tangan, masker, apron/celemek, kacamata/glasses dan sepatu boot pada proses pertolongan persalinan di ruang bersalin Rumah Sakit Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskripstif eksploratif, dengan desain survey. Jumlah populasi 31 Petugas Kesehatan. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni – 17 Juli 2016 di BLUD RSIA dan Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh. Hasil penelitian didapatkan dari 31 responden, sebanyak 96,8% penggunaan sarung tangan sesuai SOP, 83,9% penggunaan masker sesuai SOP, 64,5% penggunaan apron/celemek sesuai SOP, 77,4% penggunaan kacamata/glasses tidak sesuai SOP, dan 77,4% penggunaan sepatu boot tidak sesuai SOP. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memakai kacamata/glasses dan sepatu boot pada saat menolong persalinan, agar dapat melindungi petugas kesehatan dari berbagai resiko penyakit yang didapat selama menolong persalinan.