Fajri Jakfar
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisi Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah yang Menggunakan Pupuk Hayati Cair di Blang Cut Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar syukran syukran; ismayani ismayani; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.171 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5553

Abstract

Abstrak. Hasil produksi padi sawah yang rendah diakibatkan oleh kerusakan tanah, kerusakan tanah disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia secara terus – menerus. Produksi tersebut mengakibatkan menurunnya pendapatan petani padi sawah. Terdapat inovasi terbaru mengenai cara pemupukan untuk membantu penyuburan tanah. Salah satu inovasi tersebut adalah pupuk hayati cair, penggunaan pupuk hayati cair dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia sehingga dapat menurunkan biaya pemupukan kimia. Pengimplementasian pupuk ini dapat meningkatkan hasil produksi padi sawah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa besar penurunan biaya pemupukan kimia saat menggunakan pupuk hayati cair serta untuk mengetahui peningkatan pendapatan petani padi sawah setelah menggunakan pupuk hayati cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pupuk hayati cair dapat menekan biaya pemupukan kimia serta dapat meningkatkan hasil produksi padi dan pendapatan petani padi sawah.ANALYSIS OF PRODUCTION AND REVENUES OF PADDY FARMERS WHO USE LIQUIDE BIO - FERTILIZER IN VILLAGE BLANG CUT SUBDISTRICT SUKA MAKMUR DISTRICT ACEH BESARAbstract.Low production of paddy caused by defective soil. Devective soil caused by using chemical fertilizer continously. Low production of paddy caused decreasing income of paddy farmers. There was innovation about how to aid and fertilize the defective soil. One of the innovation is liquid bio-fertilizer. Application of liquid bio-fertilizers could provide less using chemical fertilizers. With the result that reduce chemical fertilizer oprational cost. Liquid bio-fertilizer not only fixing contexture of soil but also increasing production of paddy. Hence, this research purpose to show the magnitude of reducing chemical fertilizer oprasional costs along with using liquid bio- fertilizer and to find out the increasing of paddy farmers income afterwards. The result showed that by using liquid bio-fertilizer had reduced the cost of using chemical fertilizers, increased production, and increasing the income of paddy farmers. 
Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Di Kecamatan Banda Baro Kabupaten Aceh Utara Dahlianawati Dahlianawati; Sofyan Sofyan; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.803 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15867

Abstract

Abstrak. Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mana komoditi ini cukup penting sebagai kehidupan masyarakat dan juga sebagai sumber penghasilan petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif  dan analisis kuantitatif. Sebanyak 20 petani usahatani bawang merah di Kecamatan Banda Baro. Hasil penelitian menunjukakan bahwan rata-rata tingkat Pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Banda Baro adalah sebesar Rp 12.241.995 per petani/musim tanam dengan umur panen 2 bulan, yang mana lebih besar dari upah minimum provinsi yaitu Rp 3.165.031. Usahatani bawang merah layak untuk dijalankan karena B/C Ratio yang diperoleh dari usahatani bawang merah lebih besar dari 1 yaitu1,44. Kendala yang sering dihadapi petani bawang merah di Desa Alue Keurinyai dan Ulee Nyeue Kecamatan Banda Baro adalah kendala serangan hama dan penyakit, kendala kekurangan modal, kendala Kekurangan Input (benih) dan kendala pasca panen.Analysis Of Onion (Allium ascalonicum L) Farm Income in  Banda Baro District, North Aceh RegencyAbstract. Shallot (Allium ascalonicum L) is one of the horticultural commodities which is quite important for people's lives and also as a source of income for farmers. The data analysis method used is descriptive qualitative analysis and quantitative analysis. A total of 20 shallot farming farmers in Banda Baro District. The results showed that the average income level of shallot farming in Banda Baro District was IDR 12,241,995 per farmer / planting season with a harvest age of 2 months, which is greater than the provincial minimum wage of IDR 3,165,031. Onion farming is feasible to run because the B / C Ratio obtained from shallot farming is greater than 1, namely 1.44. The obstacles that are often faced by shallot farmers in Alue Keurinyai and Ulee Nyeue Villages, Banda Baro Subdistrict are obstacles to pests and diseases, lack of capital, lack of input (seeds) and post-harvest constraints