Muhammad Yasar
Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prediksi Keberadaan Air Tanah Secara Geolistrik pada Areal Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Simeulue Mahfuddin Mahfuddin; Mustaqimah Mustaqimah; Muhammad Yasar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.011 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9133

Abstract

Abstrak. Sawah tadah hujan merupakan sawah yang sepenuhnya mengandalkan air hujan yang jatuh pada areal saawh sebagai pengatur kebutuhan air, akibatnya sawah tadah hujan sering mengalami kekeringan. Oleh karena itu dimanfaatkan air tanah sebagai sumber irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi air tanah berdasarkan resistivitas batuan dibawah permukaan sebagai potensi air irigasi dalam menunjang ketahanan pangan. Pendugaan potensi air tanah dilakukan dengan menggunakan alat ARES konfigurasi wenner-schlumberger. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan program Res2Dinv untuk mendapatkan gambar penampang dua dimensi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pencitraan resistivitas pada lintasan Situbuk adalah 5 meter sampai 86 meter dan hasil nilai resistivitas 2.54 Ωm sampai dengan 93,8 Ωm dengan RMS error 44,2% yang terdiri dari susunan pasir dan lempung. Potensi air tanah diduga berada pada kedalaman antara 18 – 80 m dengan nilai resistivitas 2,54 – 10 Ωm. Prediction of Groundwater Existence in the Rainwater Rice Field with Geoelectric in Simeulue RegencyAbstract. Rainwater rice field is fully rely on rainwater that falls on the acreage of rice fields as a regulator of water needs, as result of rice field rainwater often drought. Therefore utilized groundwater as a source of irrigation water. The purpose of this study was to identify potential groundwater based on rock resistivity as irrigation water to support food security. Groundwater potential prediction is using ARES with Wenner-Schlumberger configuration. Processed data obtained by using Res2Dinv program to obtain image of 2 dimensional cross section. The result of this research show that resistivity imaging on the path Situbuk is 5-86 meters and resistivity values yield 2.54 Ωm-93,8 Ωm with RMS error 44,2% consisting of the arrangement of sand and clay. The potential groundwater alleged at a depth 18-80 meters with  2,54 – 10 Ωm resistivity value.
Analisis Pengembangan Mekanisasi Pertanian Untuk Menunjang Ketahanan Pangan Di Kabupaten Aceh Selatan Nurul Fajri; Muhammad Yasar; Ramayanty Bulan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.548 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23254

Abstract

Abstrak. Kabupaten Aceh Selatan dalam upaya pengembangan mekanisasi pertanian seringkali terjadi kendala, baik dari segi teknis, ekonomi maupun sosial. Dilihat dari segi teknis pentingnya kondisi suatu lahan sangat berpengaruh terhadap penerapan sistem alat dan mesin yang digunakan sesuai dengan kondisi lahan tersebut. Keadaan ini membutuhkan suatu rencana pengembangan alsintan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebutuhan dan ketersediaan alat dan mesin pertanian serta mengetahui kesiapan daerah dalam pengembangan mekanisasi untuk menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Selatan. Hasil penelitian menunjukan Ketersediaan tenaga kerja pada pengolah tanah di Kabupaten Aceh Selatan pada mesin traktor dari tahun 2017 sampai 2021 sebanyak 199 unit. Traktor roda dua sebanyak 183 unit dan traktor roda empat sebanyak 16 unit, kekurangan tenaga kerja pada pengolah tanah di Kabupaten Aceh Selatan pada mesin traktor sebanyak 89 unit, kebutuhan traktor roda dua sebanyak 27 unit dan traktor roda empat sebanyak 62 unit. Dari 18 Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan terdapat 13 Kecamatan yang tingkat kesiapan pengembangan wilayah mekanisasi tergolong daerah siap, 4 Kecamatan tergolong daerah setengah siap, dan 1 Kecamatan tergolong daerah bebas alat.