erita Hayati
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dosis Mulsa Ampas Tebu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Samsia Nst; erita Hayati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.737 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.7449

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mulsa ampas tebu dan varietas bawang merah serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari bulan Juli sampai September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis mulsa ampas tebu dengan 3 taraf  (5, 10 dan 15 ton/ha). Faktor kedua adalah varietas dengan 3 taraf (Bima Brebes, Vietnam dan Bangkok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mulsa ampas tebu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 10, 20 dan 30 HST, berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi per rumpun, jumlah anakan per rumpun, diameter umbi, bobot berangkasan basah, bobot basah umbi, bobot berangkasan kering, bobot kering umbi, serta potensi hasil bawang merah. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada dosis mulsa ampas tebu 15 ton/ha. Varietas bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Penggunaan varietas terbaik dijumpai pada varietas Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis mulsa ampas tebu dengan varietas bawang merah terhadap semua peubah.Effect of Dose Bagasse Mulch on The Growth and Yield Some varieties of  Shallot (Allium ascalonicum L.)Abstract. This study aimed to determine the effect of best dose mulch bagasse, varieties and interaction between the bagasse mulch with variety to growth and yield of the shallot. This research was conducted in Experimental Farm Agricultural Faculty of Syiah Kuala University, from July toSeptember 2017. This study used a randomized block design factorial 3 x 3 with three duplications. The first factor is the dose bagasse mulch 3 levels (5, 10 and 15 t ha-1). The second factorvariety of shallot 3 levels (Bima Brebes, Vietnam and Bangkok). The results showed that the dose of bagasse mulch very significant effect on plant height age 10, 20 and 30 DAP, not significant effect on number of tillers per clump, number of bulb, bulb diameter, wet stover weight, wet bulb weight, dry stover weight, dry bulb weight , anda potential yield. The growth and yield of the best shallot seen in dose bagasse mulch 15 t ha-1. The variety of shallot has very significant effect on all variables. The best use of variety is found in Vietnam varieties. The result showed that there was no significant interaction between the bagasse mulch withvariety against all variables.
Identifikasi Karakter Kualitatif Beberapa Genotipe Tanaman Cabai (Capsicum annuum L) F4 Di Dataran Menengah Aulia Putra; Erita Hayati; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.413 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24403

Abstract

Abstrak. Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditi hortikultura terbesar di Indonesia yang dibudidayakan secara komersial dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, cabai memiliki banyak manfaat, kandungan gizi yang lengkap, produksi cabai terus mengalami penurunan akibat pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan. Usaha untuk peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemulian tanaman, dengan cara mengembangkan varietas-varietas yang memiliki hasil yang tinggi. salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menyilangkan antartetua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Karakter kualitatif yang diamati pada tanaman F4 pada parameter warna batang, warna daun, bentuk daun, warna mahkota, posisi tangkai, warna buah dan bentuk ujung buah cenderung mengikuti varietas perintis. Sedangkan pemgamatan karakter kualitatif bentuk pangkal buah cenderung mengikuti varietas kencana.judul : Identification of Qualitative Characters of Several Chilli Genotypes (Capsicum Annuum L.) F4 in the MidlandsAbstract. Chili (Capsicum annuum L.) is the largest horticultural commodity in Indonesia which is cultivated commercially and has high economic value, chili has many benefits, complete nutritional content, chili production continues to decline due to population growth and increased income. Efforts to increase production can be done through plant breeding, by developing varieties that have high yields. One way that can be done is by crossing the elders. The results of this study indicate that the qualitative characters observed in F4 plants on the parameters of stem color, leaf color, leaf shape, crown color, stalk position, fruit color and fruit tip shape tend to follow the pioneer varieties. Meanwhile, observation of the qualitative character of the shape of the base of the fruit tends to follow the golden variety.