Abstrak. Setiap tahun kawasan hutan di Kabupaten Gayo Lues mengalami deforestasi dan degradasi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Salah satu upaya untuk menekan laju deforestasi tersebut dan mengembalikan kawasan hutan adalah dengan melakukan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Data yang dikumpulkan berupa data primer melalui survei langsung ke lokasi dan data sekunder yang berasal dari instansi lain. Pengambilan data primer menggunakan metode Systematic Sampling with Random Start. Parameter penelitian yang diamati yaitu menganalisis pertumbuhan tanaman yang bersumber dari pasokan bibit lokal, persentase tumbuh tanaman pada blok dua dan persentase kondisi fisik jenis tanaman bibit lokal. Data dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Persentase tumbuh tanaman dihitung dengan cara membandingkan jumlah tanaman yang ada dengan rencana jumlah tanaman yang seharusnya ada di dalam petak ukur. Hasil penelitian pada blok Dua Desa Sangir menyatakan bahwa bibit yang mememiliki persentase rata-rata tertinggi terdapat pada jenis bibit jengkol 88% dan alpukat 85%. Abstract. Every year the forest area in Gayo Lues Regency experience deforestation and gedradation causesd by human activities. One of effort to reduce the rate of the forestation and restore forest areas in to carry out the Forest and Land Rehabilitation (FLR) program. The data collected in the form of primary data trhought direct surveys to location and secondary data from other agencies. Primary data collected using Systematic Sampling with Random Start method. The research parameter observed was to analyze plant growth sorce from local seed suplay. The percentage of plant growth in block two and the percentage of physical condition of local seedling plants spesies. Data were analyze quantitatively and descriptively. Percentage of plant growth is calculated by comparing thu number of existing plants with the planned number of plants that should be in the measuring plot. The result of the research in the block two Sangir Village stated that the seeds that had the highest average percent were 88% jengkol and 85% avocado seeds.