Pornografi semakin menjadi wabah di seluruh dunia. Paparan pornografi melanda remaja, hingga berdampak terhadap kesehatan mental dan sosialnya. Penelitian ini menganalisis adiksi pornografi pada remaja berdasarkan frekuensi paparan dan efek paparan pornografi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study terhadap 391 remaja 12-17 tahun. Menggunakan Accidental Random Sampling sebagai metode penentuan sampel. Uji statistic dengan Stata 14 untuk memperoleh hasil analisis univariat, bivariat dan multivariat. Menggunakan kuessioner online hasil perpaduan Instrument deteksi dini konten pornografi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017 dimodifikasikan untuk kebutuhan penelitian. Hasil Analisis univariat: Berdasarkan frekuensi paparan pornografi kategori sering mencapai sering 44,50%, sedangkan berdasarkan efek paparan pornografi 79,8% remaja telah terpapar pornografi hingga mengalami adiksi 18,67%, eskalasi 10,49%, desensitisasi 43,22%, act out 7,42%. Analisis bivariat; berdasarkan frekuensi paparan pornografi terdapat hubungan yang signifikan (95%); jenis kelamin, status sosial ekonomi, konsep diri, pengawasan, dan kontrol orang tua, media, teman sebaya, sarana komunikasi pribadi maupun pihak lain, Interaksi social, nilai budaya, sedangkan usia dan sosial media tidak berhubungan secara signifikan sedangkan berdasarkan efek paparan pornografi terdapat hubungan yang signifikan (95%); usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, konsep diri, pengawasan, dan kontrol orang tua, media, teman sebaya, sarana komunikasi pribadi dan pihak lain, Interaksi sosial, dan nilai budaya. Analisis Multivariat: faktor dominan pada adiksi pornografi pada remaja di Kota Banda Aceh; adanya kepemilikan sarana komunikasi pribadi, maupun pihak lain.