Shilvi Khusna Dilla Agatta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLORASI NILAI MULTIKULTURALISME DALAM TRADISI TOLAK BALAK DI AIR TERJUN SEDUDO KABUPATEN NGANJUK Shilvi Khusna Dilla Agatta
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v4i1.41581

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kekhawatiran akan menurunnya nilai keberagaman dalam kehidupan masyarakat yang dapat memunculkan adanya konflik atau pertikaian menjadi suatu hal yang patut dijadikan perhatian. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mempertahankan identitas kebangsaan dan merealisasikan wujud dari keberagaman menjadi kekuatan bangsa yang tidak dapat dikalahkan. Usaha yang dilakukan dalam mewujudkannya tentu tidak mudah, karena memerlukan proses yang panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai multikulturalisme ialah melalui kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat. Dengan cara tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, patriotisme, dan kebudayaan. Adapun contoh kearifan lokal yang dapat digunakan adalah tradisi tolak balak yang dilakukan oleh masyarakat Nganjuk di Air Terjun Sedudo pada bulan Suro. Sehingga tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai multikulturalisme masyarakat Nganjuk dalam tradisi tolak balak di Air Terjun Sedudo atau biasa dikenal dengan siraman Air Terjun Sedudo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif model studi pustaka atau library research dengan memanfaatkan referensi serta literatur ilmiah seperti jurnal dan artikel yang memiliki tema serupa. Adapun Teknik penelitan yang digunakan yakni menelaah sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian. Nilai multikulturalisme yang terdapat dalam tradisi tersebut di antaranya adalah kerja sama, solidaritas, kebangsaan, dan toleransi
Sak Madyo: Javanese Philosophy as A Preventive Medicine to Overcome Burnout of Young Remote Workers in Malang City Shilvi Khusna Dilla Agatta; Atik Triratnawati2
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Medical Anthropology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijma.v6i1.19963

Abstract

The emergence of remote work systems followed by the development of technology and information has made many young workers enter the hustle culture trend that emphasizes productivity. However, it cannot be denied that this has an impact on the emergence of burnout among remote workers and has become a new challenge in the world of work. This ethnographic research conducted from July-October 2024 involving eight informants with Javanese ethnic background in the age range of 23-29 years will reveal how work culture and expectations affect workers' mental health, so that efforts to manage work pressure through local values are needed. The results showed that most informants who experienced burnout in the context of remote work and hustle culture realized the need for balance between work and personal life. The signals given by the body when they experience burnout such as prolonged physical fatigue and loss of motivation to work encourage them to take steps to recover by measuring their abilities. This is like the concept of sak madyo as a local Javanese value that emphasizes ‘sufficiency’ in living life. By understanding the meaning of ‘enough’, a healthy and sustainable work pattern will be created. The integration of local concepts in this modern work era indicates that traditional values have a contribution in understanding the dynamics of mental health in the digital era.