Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Inpres Sidoharjo Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai?â Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring melalui penerapan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) di kelas II SD Inpres Sidoharjo Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh  siswa kelas II SD Inpres Sidoharjo yang berjumlah 22 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan evaluasi, sedangkan desain pelaksanaan penelitian, yaitu melalui perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Jenis data yang diperoleh pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu data kualitatif diperoleh melalui observasi dan data kuantitatif diperoleh melalui teknik evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan setiap siklus. Dari hasil pra tindakan diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 22,72% serta nilai rata-rata sebesar 50,6. Persentase rata-rata pada pra tindakan dugunakan sebagai acuan dalam penelitian ini. Kemudian pada siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas belajar sebanyak 8 orang dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 36,36% serta persentase nilai rata-rata 63,3. Adapun kelemahan pada siklus I terdapat pada kedua pihak, yaitu dari pihak guru kurang memberikan apersepsi dengan baik, kurangnya kemampuan guru memberikan contoh membaca nayring, merefleksi proses pembelajaran serta menyajikan materi pembelajaran. Dari pihak siswa, kurangnya perhatian pada saat pembelajaran sehingga banyak siswa yang kurang memahami materi yang diberikan, kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mengatasi penyebab serta kelemahan yang terjadi pada siklus I, maka peneliti melanjutkan pada siklus II dengan menfokuskan dan melihat apa saja yang perlu dilakukan untuk kegiatan membaca nyaring. Hasil penelitian pada siklus II diperoleh daya serap klasikal 80% dan ketuntasan belajar kalsikal yaitu sebesar 86,3% serta persentase nilai rata-rata sebesar 79,82%. Dari hasil tersebut menunjukan telah mencapai indikator kinerja yang dijadikan acuan dalam penelitian ini, sehingga penelitian hanya sampai pada siklus II dan tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring pada siswa kelas II SD Inpres Sidoharjo Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai. Kata kunci: Kemampuan, MembacaNyaring, Cooperative Learning