Desi Ade Trya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP PETANI PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Desi Ade Trya; Eddy Gunawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSYIAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.223 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap petani perempuan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, menggunakan data primer. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Besar dengan mengambil 2 sampel kecamatan berdasarkan intensitas konversi, yaitu Kecamatan Ingin Jaya dan Kecamatan Krueng Barona Jaya dengan jumlah 100 responden. Model penelitian dengan regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian cenderung semakin meningkat, diketahui bahwa harga lahan yang semakin hari semakin meningkat dan letak lahan yang strategis menjadi pertimbangan para petani untuk menjual atau mengalih fungsikan lahan pertanian yang dimiliki.Hasil penelitian juga menunjukan bahwa faktor usia tidak mempengaruhi pendapatan petani perempuan sedangkan faktor tingkat pendidikan dan luas konversi lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani perempuandi Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci :Alih Fungsi Lahan Pertanian, Pendapatan, Harga Lahan, Pendidikan, Usia.
Dinamika Sosial Ekonomi dalam Konsep Penataan Ruang Pembangunan Bendungan di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Devie Indriany Moha; Desi Ade Trya
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jira.v12i1.1348

Abstract

Pembangunan Bendungan Sidan di Desa Belok-Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung memberikan perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta pemanfaatan ruang wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan bendungan terhadap kebiasaan masyarakat, mata pencaharian, pendapatan masyarakat, serta kesesuaiannya dengan arahan RTRW Kabupaten Badung dan RDTR Kecamatan Petang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap masyarakat yang terkena dan terdampak pembangunan bendungan. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Bendungan Sidan menyebabkan perubahan kebiasaan masyarakat terutama pada peningkatan mobilitas dan interaksi sosial akibat adanya akses jalan baru. Selain itu, terjadi perubahan mata pencaharian pada masyarakat terdampak yang beralih menjadi pedagang, pekerja proyek, dan wirausaha kecil. Perubahan tersebut juga diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat terdampak, sedangkan masyarakat yang terkena langsung relatif tidak mengalami perubahan pendapatan yang signifikan karena masih bergantung pada sektor pertanian.Berdasarkan kesesuaian dengan RTRW Kabupaten Badung dan RDTR Kecamatan Petang, pembangunan Bendungan Sidan sejalan dengan arahan penataan ruang sebagai kawasan pertanian berkelanjutan, kawasan agropolitan, dan kawasan konservasi sumber daya air. Pembangunan bendungan juga berpotensi mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata dan perdagangan. Namun demikian, perubahan pemanfaatan ruang yang terjadi perlu dikendalikan agar tidak mengurangi fungsi lindung dan fungsi pertanian wilayah. Dengan demikian, pembangunan Bendungan Sidan memberikan dampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, namun tetap memerlukan pengendalian pemanfaatan ruang agar pembangunan wilayah dapat berlangsung secara berkelanjutan.