- Mardiana
Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro 1, Bandar Lampung, 35145

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU Fitri M, Hida; Mardiana, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diteliti adalah adakah perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan rancangan one group pre dan post test design. Sampel berjumlah 25 kader posyandu. Variabel yang diteliti yaitu keterampilan kader sebelum dan sesudah intervensi. Skor keterampilan diukur dua kali yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p= 0,0001. Nilai (p<0,05) berarti ada perbedaan yang bermakna dari nilai keterampilan pada saat pretest dan posttest. Hal ini berarti menunjukkan ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Simpulan penelitian adalah ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan.Research problem was diference of skill posyandu cadres in anthropometric measurements before and after training. Purpose of this study was to determine diferences in skill posyandu cadres in anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal District. Research method used quasi-experimental design with one group pre and post test design. Samples were amount of 25 cadres. Variable studied was the skills of cadres before and after training. Scores skills measured by twice pretest and posttest. Test statistic obtained by Wilcoxon test was p value=0,0001. It showed the value <0,05 then there was a significant difference from the values of skills at pretest and posttest. There was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal district. Conclusion, there was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurements before and after training.
PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU Fitri M, Hida; Mardiana, -
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v7i1.1789

Abstract

Permasalahan yang diteliti adalah adakah perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan rancangan one group pre dan post test design. Sampel berjumlah 25 kader posyandu. Variabel yang diteliti yaitu keterampilan kader sebelum dan sesudah intervensi. Skor keterampilan diukur dua kali yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p= 0,0001. Nilai (p<0,05) berarti ada perbedaan yang bermakna dari nilai keterampilan pada saat pretest dan posttest. Hal ini berarti menunjukkan ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Tarub, Kabupaten Tegal. Simpulan penelitian adalah ada perbedaan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri sebelum dan sesudah pelatihan.Research problem was diference of skill posyandu cadres in anthropometric measurements before and after training. Purpose of this study was to determine diferences in skill posyandu cadres in anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal District. Research method used quasi-experimental design with one group pre and post test design. Samples were amount of 25 cadres. Variable studied was the skills of cadres before and after training. Scores skills measured by twice pretest and posttest. Test statistic obtained by Wilcoxon test was p value=0,0001. It showed the value <0,05 then there was a significant difference from the values of skills at pretest and posttest. There was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurement before and after training in the working area Tarub Health Center, Tegal district. Conclusion, there was difference in skills of posyandu cadres on anthropometric measurements before and after training.
IDM Dashboard Sebagai Alat Bantu Untuk Pengukuran Status Kemandirian Desa Hanakau Jaya Kabupaten Lampung Utara Mardiana, -
Jurnal Sinergi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v1i1.9

Abstract

Index Membangun Desa (IDM) adalah pengukuran indeks yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengetahui tingkatan sebuah desa terhadap parameter yang telah ditentukan. IDM ditetapkan melalui peraturan Permendesa No 2 Tahun 2016. Namun sampai dengan saat ini, implementasi IDM yang berupa aktivitas pengumpulan data dan penyajian informasi, masih dilakukan secara manual oleh desa. Proses data dari desa kemudian dikumpulkan pada tingkat kecamatan, yang kemudian diserahkan secara bertingkat sampai tingkat kementerian. Sehingga adanya sistem elektronik yang menjadikan informasi desa dapat dengan cepat diinput, diolah dan ditampilkan secara otomatis dengan menggunakan ponsel cerdas, akan sangat membantu perangkat desa terkait. Permasalahan yang dimiliki perangkat Desa Hanakau Jaya Kabupaten Lampung Utara sebagai Mitra desa binaan, adalah tidak adanya sistem elektronik berupa aplikasi IDM Dashboard yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Sehingga pengumpulan data dan penyajian informasi Desa Hanakau Jaya memerlukan waktu yang lama dan tidak akurat. Metode yang digunakan dalam penerapan aplikasi ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Tahapan RAD adalah identifikasi masalah dan motivasi, menetapkan objek solusi, penerapan solusi dan pelatihan serta pelaporan hasil dan publikasi. Untuk peningkatan kompetensi Mitra dalam hal teknologi informasi, Tim PKM telah memberikan pelatihan dan praktek penggunaan aplikasi IDM Dashboard hingga penerapan dengan data hasil survey yang sebenarnya. Hasilnya, perangkat teknologi informasi dalam bentuk aplikasi IDM Dashboard telah dapat digunakan Mitra sebagai alat bantu penginputan dan pengukuran status kemandirian desa Hanakau Jaya. Mitra telah dapat membuat kuisioner, menginput data dan menggunakan fitur-fitur terkait pengukuran status, serta telah melakukan uji coba aplikasi secara keseluruhan. Hasil pengamatan dan post-test yang dilakukan pada saat pelatihan, menunjukkan pemahaman peserta terhadap cara pembuatan kuisioner sebesar 75%, dan cara penginputan data sebesar 80% dan pengukuran status kemandirian desa sebesar 85%. Hasil pada tahap monitoring dan evaluasi pada perangkat desa, diperoleh bahwa aplikasi telah diterapkan untuk survey pada 40 peserta yang menjadi responden. Penggunaan aplikasi menunjukkan pemahaman 40 peserta tersebut rata-rata sebesar 85% pada cara-cara penggunaan aplikasi IDM Dashboard.