Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KECENDERUNGAN PENOKOHAN DALAM NOVEL TAHAJJUD CINTA KARYA MUHAMMAD EL NATSIR Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.897 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v2i1.1002

Abstract

Aims this research to describe the tendency review characterizations character through character and physical state figures novel “Tahajjud Cinta” by Muhammad El Natsir. The methods used hearts singer research is descriptive method because singer feels suitable method to know and explain the phenomenon of characteristics of the individual, the situation specific groups operate accurate, especially leaders a new hearts. The summarized based on analysis: First, the character of Muhammad Abdul Fateh leaders more hearts find “Tahajjud Cinta” by Muhammad El Natsir. Second, as the fatih physical state key figures hearts novel singer described that his body is very athletic, and handsome. Third, the supporting cast hearts novel character “Tahajjud Cinta” by Muhammad El Natsir can be helpful and clarify top figures. Fourth, the physical state of the supporting cast few hearts novel singer participate be highlighted so that researchers can determine the state of the overall operate physical supporting cast.
KOMPETENSI PROFESIONAL PENDIDIK DI TENGAH KONTROVERSI Tato Nuryanto
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.772 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.359

Abstract

AbstrakSalah satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan  terutama proses pembelajaran  adalah guru. Betapapun kemajuan teknologi telah menyediakan berbagai ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran, namun posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan.  Guru tidak bisa datang dari mana saja tanpa melalui sistem pendidikan profesi dan seleksi yang baik.Itu artinya guru merupakan variable penting bagi keberhasilan pendidikan. Pendidik (guru dan dosen) memiliki peluang yang amat besar untuk mengubah kondisi seorang anak dari gelap gulita aksara menjadi seorang yang pintar dan lancar baca tulis alfabetikal maupun fungsional yang kemudian akhirnya ia bisa menjadi tokoh kebanggaan komunitas dan bangsanya.  Pendidik yang demikian tentu bukan sembarang pendidik, pastinya adalah orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi sehingga bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya. Tidak menutup mata, hal ini masih menjadi sebuah kontroversi. Kenyataan dilapangan masih kita temui bahkan jumlahnya cukup banyak guru yang belum profesional. Sebagai contoh masih ada seorang guru terutama guru honorer yang tidak berasal dari lulusan LPTK , belum lagi kita mendata tentang sejumlah guru yang belum mengikuti proses PLPG (Pendidikan Latihan Profesi Guru). Berkaitan dengan hal itu, kita tidak bosan untuk selalu meningkatkan kemampuan profesional tenaga pendidik dengan berbagai cara disetiap kesempatan demi untuk memajukan anak bangsa. Kata kunci:  Profesional, Pendidik, Kode Etik 
PENGARUH BUDAYA GLOBAL TERHADAP PERKEMBANGAN PENUTUR BAHASA INDONESIA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA Tato Nuryanto
BASIS (Bahasa dan Sastra Inggris) Vol 2 No 1 (2015): JURNAL BASIS UPB
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia secara perlahan-lahan namun pasti tumbuh dan berkembang terus. Akhir-akhir ini perkembangannya itu menjadi demikian pesatnya sehingga bahasa itu menjelma menjadi bahasa modern, yang kaya akan kosa kata dan mantap dalam struktur. Disadari atau tidak, seiring dengan berjalannya waktu dan pengaruh budaya global, tentu bahasa Indonesia juga mengalami hambatan dalam perkembangan dan penggunaan bagi penuturnya. Bisa jadi generasi muda dan masyarakat kita masih banyak yang belum tahu tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Mereka lupa bahwa bahasa Indonesia sebenarnya memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, identitas nasional, alat perhubungan atarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, betapa pentingnya bahasa Indonesia untuk selalu kita kembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.