Bekty Tandaningtyas Sundoro
University of Atma Jaya Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA TUTUR PENDERITA CADEL DAN PENYEBABNYA (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Bekty Tandaningtyas Sundoro; Dinari Oktaria; Rosinawati Dewi
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KREDO VOLUME 3 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.73 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v3i2.4612

Abstract

 AbstrakProses komunikasi dapat terhambat dengan adanya gangguan berbahasa. Disartia (cadel) merupakan gangguan berbahasa fonetis yang membuat penderita mengalami penurunan tingkat percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tutur dan penyebab cadel pada usia remaja. Penelitian ini memfokuskan pada pola tutur penderita cadel serta penyebab terjadinya cadel.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif  kualitatif. Terdapat empat  informan penderita cadel sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan tes fonem (diskret). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis kritis dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita cadel memiliki pola tutur yang kurang sempurna yang terbentuk dalam beberapa gejala perubahan bunyi yaitu asimilasi dan koartikulasi. Penelitian ini menemukan 3 faktor yang penyebab cadel yaitu: (1) ankyglosia; (2) faktor neurologis; dan (3) keturunan. AbstractThe communication process can be hampered by language disorders. Dysarthia (lisp) is a phonetic language disorder that causes sufferers to experience a decrease in self-confidence. This study aims to determine speech patterns and causes of slurred in adolescence. This study focuses on the speech patterns of lisp patients and the causes of lisp. The research method used is descriptive qualitative method. There are four slurred informants as data sources. Data collection techniques in this study used interviews and phoneme tests (discrete). The analysis technique used is a critical analysis technique and literature review. The results showed that dysarthia patients have imperfect speech patterns that are formed in several symptoms of sound changes, namely assimilation and coarticulation. This study found 3 factors that cause dysarthia: (1) ankyglosia; (2) neurological factors; and (3) by genetic.
Penggunaan Alih Kode Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Berperspektif Gender Bekty Tandaningtyas Sundoro
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6108

Abstract

The gender difference is one that affects the use of code-switching. This study aims to describe and explain the types and impacts of code-switching used in gender-based learning. The data in this study are in the form of speech events between teachers and students in Indonesian language learning at SMK Negeri 1 Banyumas. Data was collected by paying attention to gender aspects. Sources of data in this study are documents and informants. The technique of data using interview, observation, proficient, and listening method. The data validity technique uses the triangulation technique of data sources and informant reviews. Data analysis used the intralingual matching method. The results showed that the use of codes was more common in classes with male teachers than female teachers. The positive impact of using code-switching by male teachers makes learning more communicative and students seem enthusiastic about participating in learning. The positive impact on classrooms with female teachers makes learning more formal because teachers can minimize the use of code-switching.Perbedaan gender adalah salah satu yang memengaruhi penggunaan alih kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis dan dampak alih kode yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan gender. Data dalam penelitian ini berupa peristiwa tutur antara guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dikumpulkan dengan memperhatikan aspek gender. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, metode cakap dan simak. Teknik validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan review informan. Analisis data menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan alih kode lebih banyak dijumpai dalam kelas dengan guru laki-laki dibandingkan guru perempuan. Dampak positif penggunaan alih kode yang dilakukan guru lelaki menjadikan pembelajaran lebih komunikatif dan siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran. Dampak positif pada kelas dengan guru perempuan menjadikan pembelajaran lebih formal karena guru dapat meminimalisasi penggunaan alih kode.