Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) TERHADAP KREATIVITAS BERPIKIR MATEMATIKA SISWA (STUDI KASUS DI KELAS VIII SMPN 4 KOTA CIREBON) budi manfaat; icih kurniasih
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.316 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.301

Abstract

Berpikir adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat dan memahami. Dengan berpikir, maka kita akan menemukan pemahaman yang kita kehendaki. Prosespembelajaran yang terjadi saat ini di sekolah cenderung monoton dan hanya mengandalkankecerdasan intelektual saja. Kecenderungan orang berpendapat bahwa Matematika ituhanya dapat diselesaikan dengan menggunakan IQ saja, padahal dalam memecahkan permasalahan matematika juga diperlukan kesabaran, ketelitian dan kestabilan emosi. Ini berarti, semakin siswa dapat mengelola emosinya dengan baik maka semakin dapatmemunculkan ide-ide kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan studipendahuluan penulis di SMP Negeri 4 Kota Cirebon, ada beberapa siswa yang tergolongcerdas secara emosi, ia mampu memecahkan suatu permasalahan belajar dengan sesuatuyang baru. Padahal mayoritas mereka tinggal di daerah perkotaan yang rentan akanlabilnya emosi. Sehingga ini adalah hal yang menjadi permasalahan dalam penelitianpenulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi Emotional Quotient (EQ)siswa dalam pembelajaran matematika, seberapa tinggi kreativitas berpikir matematikasiswa dalam menyelesaikan soal dan untuk mengetahui besarnya pengaruh EmotionalQuotient (EQ) terhadap kreativitas berpikir matematika siswa kelas VIII. Semakin tinggi IQseseorang, semakin penting Emotional Quotient (EQ) berperan bagi orang tersebut karenaIQ tidaklah berarti tanpa disertai dengan EQ. Sehingga keduanya pun akan berfungsi secaraseimbang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode expostfacto. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Kota Cirebon yang berjumlah 398siswa, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling denganmengambil satu kelas dari sembilan kelas yaitu kelas VIII D yang berjumlah 44 siswa.Variabel dalam penelitian ini adalah Emotional Quotient dan kreativitas berpikir matematikasiswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Setelah data diperoleh, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistikberupa uji regresi. Setelah diadakan penelitian dan pengolahan data berdasarkan SPSS 15for windows dan minitab, maka hasil penelitian yang diperoleh dari Emotional Quotient(EQ) siswa menunjukkan kriteria baik (64,5%), dengan rata-rata skor angket 90,43 dansimpangan baku 15,284. Kreativitas berpikir matematika siswa memiliki persentase sebesar72%, dengan rata-rata nilai tes sebesar 71,55 dan simpangan baku 16,353. Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu ^dengan nilai koefisien determinasiyaitu sebesar 80,9%. Hal ini dapat diartikan bahwa pengaruh Emotional Quotient (EQ) Y962,0491,15+-=Xterhadap kreativitas berpikir matematika siswa sebesar 80,9%, sedangkan sisanya19,1%dipengaruhi oleh faktor lain selain Emotional Quotient (EQ). Kata kunci: Emotional Quotient (EQ), Kreativitas berpikir matematika.
PERBANDINGAN PENERAPAN TEKNIK PENILAIAN KINERJA DAN TEKNIK PENILAIAN TERTULIS TIPE URAIAN TERBATAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA elmayanti Badriani; Edi prio baskoro; budi manfaat
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.033 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.26

Abstract

Selection of assessment Technique in study evaluation can influence the result learn the student. Specially in mathematics study, in evaluation of study of assessment technique not only fetched up all standing at written it just by assessment technique but a lot of choice of assessment technique which can awaken the study atmosphere become creative and active. In this case evaluate the study require to be improve repaired to by utilize to improve the result learn the student. Therefore, this research try to compare the technique of performance assessment with the assessment technique written in mathematics study  of  at  discussion fundamental mark with  lines  and  angle  corner evaluated from result learn student. This study aims to determine whether there are difference to the results of students mathematics learning among students in group learning by using the techniques of evaluation and performance assessment of students in group learning by using valuation techniques evaluation written description of the type limited to the subject line and angle in class VII SMP 1 Cilimus District Brass. This study is a quasi-experimental research. Affordable population in this study were students of second grade at SMPN 1 Cilimus Academic Year 2014/2015. Samples were selected using random cluster sampling technique, was elected class VII.7 the number of students 36 people and VII.8 by the number of students 37 people as the sample. The research instrument used in the form of tests. The average math student learning outcomes in the experimental group I in both categories, shown by the average number of 84,93 with a standard deviation of 5,98 and the average math student learning outcomes in the experimental group II in both categories, indicated by the numbers an average of 81,39 with  a  standard deviation of  6,08.  Hypothesis test  results  conclude that  there  are difference to the results of students' mathematics learning among students in group learning by using the techniques of evaluation and performance assessment of students in group learning by using valuation techniques evaluation written description of the type limited to the subject line and angle in class VII SMPN 1 Cilimus District Brass at significance level of 5%.Keywords: Comparison, Student Learning Outcomes, Performance Assessment, Written Assessment Limited Description Type
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIK MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA siti nurhairiyah; budi manfaat
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2346.001 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.41

Abstract

Evaluasi pembelajaran tidak lepas dari penggunaan instrumen. Instrumen ini mempunyai peranan yang penting dalam mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Instrumen yang sering diberikan dosen pada pembelajaran statistika berbentuk tes essay. Instrumen ini sesuai untuk mengukur kemampuan penalaran statistik, akan tetapi memiliki unsur subjektivitas yang tinggi. Sementara untuk bentuk pilihan ganda memiliki unsur objektivitas yang tinggi, tetapi unsur menebak jawaban peserta didik juga tinggi dan kurang dapat mengukur kemampuan peserta. Oleh karena itu perlu dikembangkan bentuk tes pilihan ganda yang memiliki kualitas baik dan dapat mengukur kemampuan penalaran statistik mahasiswa.Penelitian  ini  bertujuan:  (1)  Untuk  menemukan instrumen  yang  dapat  mengukur  kemampuan penalaran statistik mahasiswa ditinjau dari karakteristik instrumen yang baik. (2) Untuk mengetahui hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan penalaran statistik  adalah  instrumen tes  yang  meliputi  aspek  penalaran terhadap  ukuran  pemusatan, penalaran terhadap ketidakpastian, penalaran tehadap sampel, dan penalaran terhadap perkumpulan. Instrumen tes tersebut berupa pilihan ganda yang memiliki tingkatan soal analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development). Adapun tahapannya meliputi studi pendahuluan dan pengembangan model. Pada tahap pengembangan model melalui tahap validasi isi, uji coba terbatas (dengan 30 mahasiswa dari semester II, IV dan VI), dan uji coba luas (dengan 171 mahasiswa dari semester II, IV dan VI). Semua mahasiwa dipilih secara random.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik yang baik dari segi validitas dengan indeks validitas isi (CVI) sebesar 0,94 dan koefisisen reliabilitas sebesar 0,68. Adapun dari segi daya pembeda, butir yang berkategori sangat baik sebanyak 11 butir dan yang baik sebanyak 3 butir, dari segi tingkat kesukaran semua butir berkategori sedang, dari segi korelasi skor butir dengan skor total yang signifikan sebanyak 12 butir, dan dari kualitas distraktor yang efektif sebanyak 13 butir. (2) Hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan menunjukkan bahwa 99% peserta tes memiliki nilai estimasi kemampuan/ability yang berkategori cukup yaitu antara -1,5 sampai dengan kurang dari 1,5, sementara hanya 1% peserta tes yang memiliki nilai estimasi kemampuan/ability dengan kategori baik yaitu antara 1,5 sampai dengan kurang dari 3. Kata Kunci : instrumen tes, research & developmend 
PENAfSIRAN AYAT-AYAT EKONOMI DALAM AL-QUR’AN (Mengungkap Makna Bai’ Dan Tijarah Dalam Al-Qur’an) BUDI MANFAAT
Holistik Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.71 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v12i2.86

Abstract

NONE
PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PONDOK PESANTREN DAR AL-TAUHID CIREBON Budi Manfaat
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.014 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.161

Abstract

Keragaman etnik, bahasa serta budaya, merupakaan kenyataan yang tidak terbantahkan. Dalam peradaban modern bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi wilayah di globus ini yang hanya di huni oleh satu etnik tertentu atau budaya tertentu. Hampir semua wilayah merupakan percampuran dari pelbagai etnik dan budaya. Dalam konteks kehidupan sosial di tengah keragaman,karakter multikultural mutlak diperlukan. Yaitu sebuah karakter yang mampu mengenal, menerima, menghargai dan merayakan keragaman kultur. Penelitian ini mengkaji tentang Arjawinangun, sebuah wilayah kecil di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang telah sejak lama dihuni oleh beragam etnik, budaya, dan agama. Pesantren Dar al-Tauhid dalam hal ini dijadikan sebagai pusat perhatian kajian, sebuah pesantren tua yang dewasa ini dikenal sebagai pesantren yang berhasil mengusung nilai-nilai multikultural dalam kehidupan bermasyarakat.
Misconceptions Analysis of Students' Reflective-Impulsive Cognitive Style on Function Material Aas Uswatun Hasanah; Arif Muchyidin; Budi Manfaat
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 2 No. 3 (2023): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v2i3.192

Abstract

Students generally experience errors in two forms, namely conceptual and execution errors. Conceptual errors are related to students' lack of understanding, while execution errors occur when attempting to solve problems with incomplete procedures. This study aims to measure students' understanding of concepts after learning. The misconception analysis in this study used a four-tier diagnostic test. The results of this test provide five categories of student answers, namely understanding concept (understand), incomplete understanding (partial understanding), misconception, not understanding the concept (not understand), and cannot be coded (uncode). This research uses a mixed method. The data analysis phase is carried out by analyzing the data collected as Matching Familiar Figure Test (MFFT), four-tier diagnostic test data results, and in-depth interview data based on the results of the study concluded that in terms of students' reflective-impulsive cognitive style, impulsive students tend to experience higher misconceptions than reflective students.