Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLA-POLA PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS Naeila Rifatil Muna
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.161 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v1i2.418

Abstract

Mahasiswa memiliki tanggung jawab secara pribadi maupun sosial. Dalam hal ini polaperilaku mahasiswa yang menggambarkan tanggung jawab tersebut adalah menunjukkanperilaku yang diharapkan lembaga seperti aktif mengikuti perkuliahan, melaksanakantugas-tugas akademik, menghormati dosen, dan mampu menyesuaikan diri di lingkunganteman sebayanya. Kemampuan mahasiswa dalam penyesuaian diri adalah suatu prosesdinamik terus menerus yang bertujuan untuk mengubah perilaku guna mendapatkanhubungan yang lebih serasi antara diri dan lingkungan kampus.
EFEKTIFITAS TEKNIK SELF REGULATION LEARNING DALAM MEREDUKSI TINGKAT KEJENUHAN BELAJAR SISWA DI SMA INSAN CENDEKIA SEKARKEMUNING CIREBON Naeila Rifatil Muna
Holistik Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.295 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i2.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektifitas teknik self-regulation learning dalam mereduksi tingkat kejenuhan belajar siswa, terutama di SMA Insan Cendekia Sekar Kemuning Islamic Boarding School Cirebon. Self regulated learning merupakan kemampuan yang dimiliki setiap siswa sebagai dasar kesuksesan belajar, problem solving, transfer belajar, dan kesuksesan akademis secara umum. Self-regulation learning adalah usaha untuk memonitor, meregulasi, dan mengontrol aspek kognisi, motivasi, dan perilaku Ketidakmampuan siswa dalam mengelola self regulation learning akan menimbulkan dampak negatif di antaranya kejenuhan belajar seperti keletihan emosi, depersonalisasi, dan menurunnya keyakinan akademik.Kata Kunci : Efektifitas, Self Regulation Learning, Kejenuhan Belajar.
Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus: Autisme dan ADHD Dianita Syifa; Gina Agustin Rahayu; Sulistri Marshanda; Naeila Rifatil Muna
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2024): ALMURTAJA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v3i1.2612

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengenal lebih dekat mengenai anak berkebutuhan khusus. Mengenai pengertian, ciri-ciri, sampai pada penanganan yang bisa diberikan kepada anak dengan diagnosis autisme dan ADHD. Penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dengan kajian kepustakaan. Autisme dan ADHD merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kondisi yang bereda dengan anak lainnya, perlu adanya diagnosis dari ahli atau dokter dalam menentukan anak berkebutuhan khusus. Terdapat beberapa teknik terapi yang bisa diberikan kepada anak dengan diagnosis autisem seperti metode terapi biomedik, fisik, sosial juga terapi lainnya. Sedangkan untuk anak ADHD bisa menggunakan terapi okupasi, psikologi, perilaku, modifikasi lingkungan dan sebagainya.
Gambaran Perkembangan Kognitif Pada Anak Autisme: Description of Cognitive Development in Autistic Children Aka Watrina Anindita; Aratsa Nurhayati; Rizky Raudhatul Jannah; Naeila Rifatil Muna
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3238

Abstract

Children's cognitive development is a thinking process that allows their brains to recognize, know, understand and reason so that they can understand material more easily. However, for children with special needs, there are certainly slight differences in cognitive development from children in general. Autism is a condition where individuals are more interested in their own world and tend not to want to interact socially with the people around them. This study aims to collect information about the cognitive development of 6 year old autistic children. This research uses a qualitative descriptive approach with a sample of one autistic child who attends Kindergarten "X" Cirebon City. Research data was obtained from observations and interviews. The research results show that the cognitive development of children with autism is indeed less than that of other children. The cognitive development of autistic children aged 6 years is different, especially in the way they learn, think and solve problems. Therefore, early intervention is very important which must be carried out by parents and teachers. Therefore, it is important for parents and teachers to create a learning environment that is supportive and appropriate to children's needs.   ABSTRAK Perkembangan kognitif anak-anak adalah proses berpikir yang memungkinkan otak mereka untuk mengenali, mengetahui, memahami, dan menalar sehingga mereka dapat lebih mudah memahami materi. Namun pada anak berkebutuhan khusus tentu terdapat sedikit perbedaan perkembangan kognitif dengan anak-anak pada umumnya. Autisme adalah suatu kondisi di mana individu lebih tertarik pada dunia mereka sendiri dan cenderung tidak ingin berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang gambaran perkembangan kognitif anak autis usia 6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sampel berupa satu anak autis yang bersekolah di TK “X” Kota Cirebon. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak autism memang lebih kurang dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Perkembangan kognitif anak autis usia 6 tahun berbeda, terutama dalam cara mereka belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Maka dari itu diperlukan intervensi dini sangat penting yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan sesuai dengan kebutuhan anak.