Tahap perencanaan pada proyek pembuatan jalan memegang peranan yang penting.Perencanaan lapis perkerasan harus mempertimbangkan faktor ekonomi, kondisilingkungan, sifat tanah dasar, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor- faktor lainnya.Penentuan nilai rancang tebal perkerasan lentur dapat dihitung dengan menggunakanbeberapa metode diantaranya metode CBR, metode AASHTO, metode asphalt institute,metode analisa komponen, dll. Dipilihnya metode asphalt institute dan metode analisakomponen dalam perancangan tebal perkerasan lentur jalan Flyover Arif RahmanHakim, Depok, karena metode ini menyediakan kemampuan yang lebih baik dalamkaitannya dengan traffic, material dan kondisi lingkungan yang luas serta berhasilmenggabungkan metode mekanis dan teori empiris dalam prosedur perancangannya.Dalam tugas akhir ini akan dibahas perbandingan nilai rancang tebal perkerasandengan metode asphalt institute dan metode analisa komponen untuk diperoleh hasilperencanaan akhir dari studi perbandingan kedua metode tersebut denganmemperhatikan nilai – nilai yang lebih ekonomis dan efisien. Dari hasil perhitungantebal perkerasan didapat nilai tebal perkerasan yang berbeda pada tiap metode yangdipakai. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan analisa data traffic dari tiap metodeyang dipakai untuk perhitungan, penentuan hasil dari grafik dari tiap metode, danpenentuan angka faktor regional setempat. Penentuan metode yang dijadikan pilihanberdasarkan parameter data yang sama berupa biaya. Metode yang dianggap ekonomisdan efisien adalah Metode Analisa Komponen dengan rincian biaya total Rp.6,018,894,000 dan memiliki tebal perkerasan yang paling tipis.