Pemahaman konsep merupakan landasan penting untuk berpikir dalam menyelesaikan permasalahan matematika maupun permasalahan sehari-hari. Salah satu masalah utama dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya daya serap dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Hal ini disebabkan karena sejauh ini paradigma pembelajaran matematika di sekolah masih didominasi oleh paradigma pembelajaran konvensional, dimana guru ceramah, menggurui, dan otoritas tertinggi terletak pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah dan kerja sama menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu taston. Desain penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini diambil dengan teknik tes, observasi dan kuisioner. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL berbantu taston dapat meningkatkan kerja sama siswa dengan rata-rata 94,79% atau dapat dikategorikan baik, meningkatkan prestasi belajar siswa menjadi 85,46%, dan ketuntasan belajar siswa menjadi 93,75%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL berbantu taston efektif untuk meningkatkan kemampuan kerja sama dan prestasi siswa.