Articles
INTEGRASI BKI DALAM PERANAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
Asriyanti Rosmalina
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.929 KB)
|
DOI: 10.24235/tamaddun.v1i2.1182
Islam adalah sebuah din yang sempurna. Sejak diturunkan empat belas abad silam, Islam telah dirancang oleh Sang Khalik dengan seperangkat aturan-Nya yang utuh dan menyeluruh, mampu menjawab setiap masalah yang sudah, sedang dan akan dijalani oleh manusia. Allah SWT. dalam hal ini berfirman: tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYÏ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYÏ 4 Ç`yJsù §äÜôÊ$# Îû >p|ÁuKøxC uöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b} ¨bÎ*sù ©!$# Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÈ Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa. Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 03).Sebagai pedoman yang dirancang oleh Allah SWT. tentu saja Islam mampu memecahkan setiap permasalahan yang terjadi pada dewasa ini, sekaligus relevan diterapkan pada ilmu bimbingan dan konseling serta sejarah peradaban yang saling berintegrasi mewujudkan kedamaian. Kata Kunci: bimbingan konseling, Islam, integrasi, kedamaian, sejarah peradaban
Pendampingan Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS Oleh Kelompok Dukungan Sebaya Pakungwati Kota Cirebon
Asriyanti Rosmalina;
Dedi Kurnaedi
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/dimasejati.v2i1.6650
ODHA merupakan singkatan dari Orang Dengan HIV/AIDS. Apabila seseorang telah dinyatakan mengidap HIV/AIDS maka bukan hanya fisik yang menurun, namun juga psikis dan sosialnya turut terpengaruh. Hal ini dikarenakan ODHA akan dipandang negatif sehingga dijauhi atau dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya bahkan keluarganya. Seringkali dukungan dari lingkungan sekitar dan keluarga tidak didapatkan oleh ODHA. Oleh karena itu, pendampingan yang dilakukan KDS Pakungwati terhadap ODHA menjadi sangat strategis dalam upaya mengembalikan keadaan dan kondisi ODHA menjadi lebih baik dari sebelumnya. Beberapa bentuk pendampingan yang dilakukan KDS Pakungwati yaitu : a) penguatan secara psikologis terhadap ODHA, b) memberikan support untuk patuh terapi ART, c) melakukan hom dan hospital Visit, d) Study Club, sebagai wadah untuk sharing penglaman dan penambahan wawasan ODHA
Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Mewujudkan Kesehatan Mental Seseorang
Asriyanti Rosmalina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 1 No. 01 (2018): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v1i01.3479
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar seorang komunikator dengan seorang komunikan. Jenis komunikasi tersebut dianggap paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku manusia berhubung prosesnya yang dialogis. Sedangkan kesehatan mental dipandang sebagai aktivitas penyesuaian individu untuk memperoleh kondisi mental yang sehat. Sehingga peran komunikasi interpersonal diperlukan dalam mewujudkan kesehatan mental seseorang, karena melibatkan peran kedua belah pihak, baik dari komunikan maupun komunikator. Sehingga seseorang akan terpacu untuk berperan aktif mengatur alur komunikasi.
Kolaborasi Konseling dengan Kesehatan Jiwa
Asriyanti Rosmalina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4752
Pesatnya perkembangan di segala bidang telah memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh umat manusia. Perkembangan bidang teknologi, komunikasi dan transportasi memungkinkan individu untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan individu lain, bahkan di belahan dunia lain dengan mudah. Di sisi lain ternyata melahirkan dampak yang kurang menguntungkan, yaitu makin menggejalanya berbagai problema yang bersifat kompleks, baik bersifat personal atau sosial. Kehidupan yang terlalu berorientasi pada kemajuan dalam bidang material (pemenuhan kebutuhan biologis) telah menelantarkan supra empiris manusia sehingga terjadi pemiskinan ruhaniyah dalam dirinya.Kata Kunci: Konseling; Kesehatan; Jiwa.
Bimbingan Konseling Islam sebagai Peran Progresif pada Kesehatan Mental
Asriyanti Rosmalina;
Nasrudin Abdul Matin
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v3i1.6956
Keberadaan Bimbingan dan Konseling Islam sudah ada sejak pesantren berdiri, hanya saja tidak secara sistemastis terkait tindakan seorang konselor dan tidak pula mengenal dengan istilah bimbingan konseling Islam, begitupun dengan hal penyuluhan agama. Jika membahasa mengenai praktiknya memang cenderung implisit, dalam berbagai praktiknya pasti hanya dengan kebiasaan budaya yang telah dilakukannya sebagai bimbinga konseling Islam atau melihat sebagai acuan yang konkrit pada Al-Qur’an dan Hadits. Perkembangan zaman yang semakin pesat, begitupun perkembangan keilmuan bimbingan dan konseling di Indonseia, semakin hari semakin berkembang atas pandangan dari berbagai ilmuan dibidang tersebut. Melihat perkembangan itu, peran seorang konselor pun kian kuat dan progresif untuk bersama-sama bisa mengupayakan adanya perubahan prilaku terhadap diri konseli. Terbukti hingga saat ini, bimbingan dan konseling Islam menjadi salah satu pendekatan yang efektif serta peran progresif dalam menuntaskan berbagai masalah pada kesehatan mental konseli.
Penggunaan Media Sosial dalam Kesehatan Mental Remaja
Asriyanti Rosmalina;
Tia Khaerunnisa
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v4i1.8755
In this sophisticated technology era, people no longer only interact with other people directly, but also people can interact indirectly, namely with the presence of social media technology. In human life, technological developments are always juxtaposed with modernity which is synonymous with progress. Communities no longer only form communities within an area, but people can form communities with social media. Among the social media users are teenagers. In the use of social media, teenagers usually use it to share about their personal activities, such as their stories and photos with their friends. By using social media, someone is free to comment and share their opinion with other users without any worries. However, in the use of social media, it is often used to create good feelings, without realizing it, social media can backfire on its users so that it can cause bad things. Besides being able to have a strong effect on user behavior, social media can also cause mental health problems for its users.
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Kesejahteraan Keluarga
Asriyanti Rosmalina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12781
Keluarga merupakan lembaga kecil yang terbetuk karena ikatan perkawinan antara sepasang suami istri untuk hidup bersama dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Dalam sebuah keluarga penting bagi pasangan suami istri dalam mengelola keluarga untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah untuk memahami konsep-konsep atau prinsip-pronsip kesehatan mental hygiene ini, yang berfungsi untuk mengembangkan mental yang sehat atau mencegah terjadinya mental yang sakit pada anggota keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan dan mengidentifikasi Kesehatan mental dan dapat mengidentifikasi hubungan kesehatan mental terhadap kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau (library reseach). Penelitian jenis kepustakaan merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan informasi secara mendalam melalui berbagai literatur, buku, catatan, jurnal dan referensi lainya. Sumber data yang digunakan untuk mendapatkan informasi maka peneliti dapat memperolehnya dari buku-buku ilmiah, jurnal ilmiah, serta skripsi yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Kesimpulan penelitian ini diantaranya, mental yang sehat sangat memberikan pengaruh yang snagat signifikan terhadap sejahteranya sebuah keluarga.Awal terbentuknya keluarga yang sejahtera dipengaruhi dengan terbentuknya kehidupan keluarga yang memiliki kepribadian yang tumbuh dengan mental yang sehat. Dengan mental yang sehat semua tujuan yang diinginkan dalam sebuah keluarga dapat terwujud dengan baik. Keluarga yang sehat dan sejahtera didalamnya terwujud keberfungsian keluarga yang efektif serta hubungan-hubungan yang berkualitas menjadi suatu awal untuk membangun mental individu dan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor dalam mencegah munculnya gangguan mental.
Urgensi Pendidikan Kesehatan Mental secara Islami pada Remaja di Era Digital
Asriyanti Rosmalina
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v7i1.18384
The development of the times in the current digital era, has a positive and negative impact on the stages of adolescent development. Among the development of mental health for adolescents as an individual, the category of child development in the final phase shows that their development still requires self-control guidelines for thinking and acting. to develop the health potential of adolescents can be done with Islamic mental health education which becomes a process of building awareness and concern for all people with prevention efforts based on early detection, promotive carried out through the process of socialization and increasing Islamic worship. The research method used is a type of library research or (library research). Based on the results of library research, it shows that teenagers who understand religious guidelines and carry out these understandings in everyday life such as praying, remembrance, reading the Qur'an as well as good motivational support from parents also make teenagers more able to easily socialize with the environment, able to control emotions in a variety of effective ways and increased concern for others.
TINJAUAN TEORITIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM BAGI PENDIDIKAN MAHASISWA
Asriyanti Rosmalina
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v7i1.1008
Manusia diciptakan Allah sesungguhnya dibekali dengan berbagai potensi. Pada dasarnya manusia diberi kekuatan dan kemampuan luar biasa untuk menghadapai segala tantangan era globalisasi. Tetapi hanya sedikit manusia yang menyadari potensinya maka sedikit pula memperoleh manfaat dari potensi yang dimilikinya.Era globalisasi yang menorehkan berbagai kemajuan di satu sisi, menyumbang problematika di sisi yang bersamaan, maka bagi manusia yang mampu mengerahkan secara maksimal potensi yang dimiliki, era globalisasi adalah justru menjadi sebuah karya sehingga keberadaannya justru akan terus ditumbuh kembangkan dan diperbaharui. Dengan potensi yang terus dioptimalkan tipis kemungkinannya manusia terperosok ke dalam hitam pekatnya ketertinggalan dan pahit perihnya tergerus oleh zaman. Kata Kunci: Bimbingan, Konseling, Islam, Pendidikan, Mahasiswa
KONSELING DALAM BIDANG KESEHATAN
Asriyanti Rosmalina
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v6i1.1403
Perkembangan teknologi telah memudahkan para ahli bidang kedokteran dalam melakukan pekerjaannya. Perkembangan teknologi juga telah menyebabkan munculnya penyakit dari infeksi mengarah kepada penyakit degeneratif yang notabene lebih sulit diatasi. Hal tersebut sangat membutuhkan bidang konseling untuk membantu bidang kedokteran untuk mengobati penyakit generatif tersebut. Pelaksanaan konseling (helping relationship) sebenarnya bukan hanya terjadi dalam setting pendidikan (formal) saja, tetapi juga dalam semua bidang kehidupan di mana terjadi hubungan antar manusia dengan manusia.Kata kunci : Kesehatan, konseling, penyakit