This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tamaddun
Hasbiyallah Hasbiyallah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan reformis di Tunisia : Studi Pemikiran Khaeruddin Pasya At-Tunisi Hasbiyallah Hasbiyallah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.9122

Abstract

Tunisia merupakan salah satu negara yang berpenduduk mayoritas muslim di Afrika Utara. Negara ini memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam di Eropa karena  secara geografis letaknya sangat strategis.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yakni peneliti mengkonstruksi masa lalu dari objek yang diteliti dengan studi kepustakaan.Dalam sejarah Islam moderen di Tunisia, pembaruan pemikiran Islam dirintis oleh Khairuddin Pasya seorang budak Rusia yang setelah dibeli dari seorang bangsawan di Turki oleh Bey Ahmad, penguasa Tunisia masa itu. Gagasan-gagasan reformis Khairuddin terlihat ketiak ia menjabat sebagai pejabat tinggi di Tunisi seperti ketika menjadi Menteri Peperangan, Ketua Majelis Syura, Duta Besar di negara-negara Eropa, Ketua Komisi Keuangan hingga menjadi Perdana Menteri Tunisia.
Islam dan Demokrasi : Kebebasan dan Hak Asasi dalam Pandangan Racid Ghannoushi Hasbiyallah Hasbiyallah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.482 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v7i1.4502

Abstract

ABSTRAKTunisia merupakan sebuah negara yang berhasil meraih kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1954. Kultur budaya yang ada di Tunisia memang sangat kental dengan budaya Islam Arab, dan bahkan mampu memberi pengaruh signifikan bagi politik di Tunisia. Pengaruh tersebut selanjutnya mendapat respon beragam dari para tokoh pemimpin negara itu, dimulai dari masa kepemimpinan Bourguiba yang dianggap otoriter oleh rakyat Tunisia yang kemudian dikudeta oleh Ben Ali tahun 1989. Oleh kerena itu, banyak kalangan menyayangkan serta berupaya untuk mengantisipasi hilangknya nilai-nilai luhur tersebut dengan menggaungkan demokrasi sebagai wadah kebebasan dan terjaminnya hak asasi manusia, salah satu tokoh tersebut adalah Rachid Ghannoushi yang senantiasa memperjuangkan tumbuhnnya nilai-nilai kebebasan dan hak asasi manusia bagi segenap rakyat Tunisia.Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitik-kualitatif. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada demokrasi pandangan Ghannoushi sebagai objek penelitian serta kebebasan dan hak asasi manusia sebagai unit analisis. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan penelahaan bahan-bahan pustaka baik yang terdiri dari bahan-bahan yang bersifat primer maupun sekunder, dan metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman, serta tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode Bogdan, yaitu tahap pra lapangan, tahab kegiatan, dan tahap analisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Ghannoushi terhadap demokrasi begitu kuat. Ia berpendapat bahwa demokrasi selalu mengutamakan hak asasi, kebebasan dan keadilan tidak bertentangan dengan syariat Islam, bahkan demokrasi seiring dengan tuntutan Maqasid Syari’ah. Ghannoushi melihat demokrasi itu sebagai sesuatu yang progresif dan dinamis sebagai sistem yang berpangkal kepada kuasa rakyat (rakyat adalah sumber kekuasaan) untuk menjamin hak-hak dan kebebasan. Kata Kunci: Rachid Ghannoushi, Demokrasi, Kebebasan, Hak Asasi Manusia.