This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tamaddun
Muhamad Mukhtar Zaedin
Rumah Budaya Pasambangan Jati

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WAHOSAN BUJANG GENJONG: NASKAH KUNO TASAWUF DARI BUMI CIREBON Muhamad Mukhtar Zaedin
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.198 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i2.2103

Abstract

AbstractThe paper discusses one ancient manuscript stored by the Rumah Budaya Pasambangan Jati; Wahosan Bujang Genjong. Manuscript in the form of the tembang macapat tells about the figure of Bujang Genjong and Rara Gonjeng who in love. The requirement of "understanding of true knowledge" to apply for the young woman to propose the girl, in fact bringing him deeper into the nature of Sufism. In this text, Bujang Genjong is very excited to get something make him pride. The textual representation of the adventures of the youth in the pursuit of ilmu manunggal further refers to an image of the risks and responsibilities that must be borne by everyone to achieve his happiness. Culturally, what can be seen from the content of this manuscript is a culture of pre-marriage which, when viewed from the side of the prospective wife, can draw conclusions about the capacity and sincerity of her future husband. And from the prospective husband, forming the ability and fortitude to the ways and stages that must be lived and championed.Keywords: manuscript, tasawwuf, ilmu sejati, unity (kemanunggalan)
Kajian Teks Naskah Gandoang Wanasigra Sindangkasih Ciamis Muhamad Mukhtar Zaedin
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.633 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v7i1.4505

Abstract

AbstrakNaskah Gandoang adalah naskah yang berada di Wanasigra, Sindangkasih, Ciamis, dan merupakan milik Aki Haji Mahmud. Naskah ini merupakan barang warisan turun temurun dari juru kunci Situs Gandoang. Hingga kedatangan penulis ke tempat itu, naskah ini belum banyak disentuh oleh kalangan. Sehingga kemudian menarik minat penulis untuk membahasnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji teks naskah Gandoang dengan mentransliterasikan dan menerjemahkan, serta mengkajinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Naskah Gandoang adalah salah satu naskah salinan yang memuat nilai sejarah, karena di dalamnya terdapat data rekaman peristiwa yang terjadi pada abad ke-17 berupa surat pengukuhan kekuasaan. Keywords: manuscript, 17th century, Galuh, Imbanegara, Mataram
NASKAH-NASKAH JUNGJANG DAN KAJIAN TEKS WASIAT SANG WALI Muhamad Mukhtar Zaedin
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.866 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v6i1.3251

Abstract

Tulisan ini membahas tentang satu naskah kuno yang disimpan oleh rumah budaya Pasambangan Jati; Wahosan Bujang Genjong. Manuskrip yang berbentuk tembang macapat ini bercerita tentang sosok Bujang Genjong dan Rara Gonjeng yang dimabuk asmara. Syarat “memahami ilmu sejati” untuk melamar yang diajukan sang pemudi kepada pemuda, ternyata membawanya semakin tenggelam dalam alam tasawuf. Dalam teks bertembang tengahan tersebut, Bujang Genjong sangat bersemangat untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi kesenangan dan kebanggaannya. Penamsilan teks terhadap petualangan sang pemuda dalam pencarian ilmu manunggal lebih menunjukkan kepada gambaran atas resiko dan tanggungjawab yang harus di pikul oleh setiap orang untuk mendapatkan kebahagiaannya. Secara kultural, apa yang bisa dilihat dari kandungan naskah ini adalah budaya pra-pernikahan yang apabila dilihat dari sisi calon isteri, dapat mengambil kesimpulan tentang kapasitas dan kesungguhan dari calon suaminya. Dan dari sisi calon suami, membentuk kesanggupan dan ketabahan terhadap cara dan tahapan yang harus dijalani dan diperjuangkan.Kata Kunci: manuskrip, tasawuf, ilmu sejati, kemanunggalan