Ali Pramono
Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jln Raya Jakenan-Jaken Km 5 Pati Jawa Tengah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mitigation Scenario for Reducing Greenhouse Gas Emission from Rice Field by Water Management and Rice Cultivars Ali Pramono; Terry Ayu Adriany; Helena Lina Susilawati
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 25, No 2: May 2020
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2020.v25i2.53-60

Abstract

Rice production is a significant anthropogenic source of methane (CH4) and nitrous oxide (N2O), two important greenhouse gases (GHGs). Several strategies for reducing GHGs emissions from paddy fields are water management and the use of low emission rice cultivars. The purpose of this study was to determine the effects of water management and rice cultivars on the grain yield and greenhouse gas (GHG) emissions. The research was conducted at the Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI), Pati District, Central Java Province during the dry season 2017 (March-June 2017). The study used a factorial randomized block design with the first factor were water managements: A1 = continuous flooding at 5 cm height and A2 = alternate wetting and drying/AWD), and the second factor were rice cultivars: V1 = Ciherang, V2 = Inpari 32, V3 = Mekongga with three replications. All treatments received an equal amount of farmyard manure and inorganic fertilizers. GHG measurements were done by using a closed chamber method. The results of this study indicated that the combination of AWD treatment with Ciherang, Inpari 32, and Mekongga rice cultivars significantly reduced CH4 emissions by 23%, 46%, and 6%, respectively. The Inpari 32 rice variety produced the highest grain yield compared to others, but there were no significant differences in grain yield between all of the treatments. Therefore, AWD technique in combination with Inpari 32 rice cultivar could be a potential option for maintaining the yield-scaled global warming potential of rice production at a lower level, without reducing grain yield.
Emisi gas rumah kaca, cadangan karbon serta strategi adaptasi dan mitigasi pada perkebunan kopi rakyat di Nusa Tenggara Barat (Greenhouse gas emission, carbon stock, adaptation and mitigation strategies at smallholder coffee plantation in West Nusa Tenggara) Ali PRAMONO; . SADMAKA
E-Journal Menara Perkebunan Vol 86, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.732 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v86i2.294

Abstract

Global warming and climate change are the world's major environmental, social and economic problems. The agricultural sector can act as an affected victim, greenhouse gas (GHG) contributor, and GHG absorber. Plantations have a very strategic role in the national action plan in GHG mitigation, because it has a great ability to absorb CO2. Therefore, it is necessary to determine the carbon stocks and GHG emissions from plantation management. The objectivesof the study wereto measure GHG emissions,to determine carbon stocks,and to define adaptation and mitigation strategies on climate change in existing coffee plantation systems. Gas samples were taken from 5 sampling points as replications by closedchamber method. Carbon stock estimation was done by destructive technique, including biomass of understorey and non-wood necromass. The results showed that the coffee plantations less than 10 years-oldat the study sites emitted 47 tons CO2-e/ha/year and stored carbon of 91.4 tons C/ha. Climate change adaptation strategies can be done by the application of good agricultural practices (GAP)andthe use of drought-tolerantclones, mulches,shade trees,multiple cropping systems, silt pitsand biophore techniques. The GHG mitigation can be done by the utilization of plantation waste as a source of organic fertilizer, biochar, animal feed, and bioenergy sources through the development of models of integration crop and livestock systems, as well as rejuvenation of plantation crops to increase carbon sinks and stocks.  [Keywords: climate change, carbon sequestration, coffee plantations] Abstrak Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi masalah utama lingkungan, sosial dan ekonomi dunia hingga saat ini. Sektor pertanian dapat berperan sebagai korban terdampak, penyumbang Gas Rumah Kaca (GRK), dan penyerapGRK. Tanaman perkebunan mempunyai posisi sangat strategis dalam rencana aksi nasional di sektor pertanian, karena memiliki kemampuan besar dalam menyerap CO2. Oleh karena itu, pengukuran cadangan karbon dan emisi GRK dari pengelolaan perkebunan perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur emisi GRK, menentukan cadangan karbon dan menetapkan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim pada sistem perkebunan kopi rakyat eksisting di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pengambilan contoh gas dilakukan di limatitik sampling dengan metode sungkup tertutup. Penghitungan cadangan karbon di atas permukaan tanah dilakukan dengan cara destruktifyang mencakup juga penetapan cadangan karbon biomassatanaman bawah dan biomassaserasah (ne-kromas non kayu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkebunan kopi rakyat yang berumur kurang dari 10 tahun di lokasi penelitianmeng-emisikan karbon sebesar 47 ton CO2-e/ha/tahundan menyimpan cadangankarbon sebesar 91,4ton C/ha. Strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan dengan penerapan praktik Pertanian yang baik/ Good Agricultural Practices(GAP), penggunaan klon tahan kekeringan, penggunaan mulsa organik, pemanfaatanpohon penaungdan sistem tumpang sari, pembuatan rorak dan biopori.Mitigasi GRK dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah tanaman perkebunan sebagai sumber pupukorganik, arang (biochar), pakan ternak, dan sumber bioenergimelalui pengem-bangan model sistem integrasi tanaman dan ternak,serta peremajaan tanaman perkebunan yang sudah menurun produktivitasnya untuk meningkatkan serapan dan cadangankarbon. [Kata kunci :perubahan iklim, sekuestrasi karbon, perkebunan kopi]
Emisi gas rumah kaca, cadangan karbon serta strategi adaptasi dan mitigasi pada perkebunan kopi rakyat di Nusa Tenggara Barat (Greenhouse gas emission, carbon stock, adaptation and mitigation strategies at smallholder coffee plantation in West Nusa Tenggara) Ali PRAMONO; . SADMAKA
Menara Perkebunan Vol. 86 No. 2 (2018): 86 (2), 2018
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v86i2.294

Abstract

Global warming and climate change are the world's major environmental, social and economic problems. The agricultural sector can act as an affected victim, greenhouse gas (GHG) contributor, and GHG absorber. Plantations have a very strategic role in the national action plan in GHG mitigation, because it has a great ability to absorb CO2. Therefore, it is necessary to determine the carbon stocks and GHG emissions from plantation management. The objectivesof the study wereto measure GHG emissions,to determine carbon stocks,and to define adaptation and mitigation strategies on climate change in existing coffee plantation systems. Gas samples were taken from 5 sampling points as replications by closedchamber method. Carbon stock estimation was done by destructive technique, including biomass of understorey and non-wood necromass. The results showed that the coffee plantations less than 10 years-oldat the study sites emitted 47 tons CO2-e/ha/year and stored carbon of 91.4 tons C/ha. Climate change adaptation strategies can be done by the application of good agricultural practices (GAP)andthe use of drought-tolerantclones, mulches,shade trees,multiple cropping systems, silt pitsand biophore techniques. The GHG mitigation can be done by the utilization of plantation waste as a source of organic fertilizer, biochar, animal feed, and bioenergy sources through the development of models of integration crop and livestock systems, as well as rejuvenation of plantation crops to increase carbon sinks and stocks.  [Keywords: climate change, carbon sequestration, coffee plantations] Abstrak Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi masalah utama lingkungan, sosial dan ekonomi dunia hingga saat ini. Sektor pertanian dapat berperan sebagai korban terdampak, penyumbang Gas Rumah Kaca (GRK), dan penyerapGRK. Tanaman perkebunan mempunyai posisi sangat strategis dalam rencana aksi nasional di sektor pertanian, karena memiliki kemampuan besar dalam menyerap CO2. Oleh karena itu, pengukuran cadangan karbon dan emisi GRK dari pengelolaan perkebunan perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur emisi GRK, menentukan cadangan karbon dan menetapkan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim pada sistem perkebunan kopi rakyat eksisting di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pengambilan contoh gas dilakukan di limatitik sampling dengan metode sungkup tertutup. Penghitungan cadangan karbon di atas permukaan tanah dilakukan dengan cara destruktifyang mencakup juga penetapan cadangan karbon biomassatanaman bawah dan biomassaserasah (ne-kromas non kayu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkebunan kopi rakyat yang berumur kurang dari 10 tahun di lokasi penelitianmeng-emisikan karbon sebesar 47 ton CO2-e/ha/tahundan menyimpan cadangankarbon sebesar 91,4ton C/ha. Strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan dengan penerapan praktik Pertanian yang baik/ Good Agricultural Practices(GAP), penggunaan klon tahan kekeringan, penggunaan mulsa organik, pemanfaatanpohon penaungdan sistem tumpang sari, pembuatan rorak dan biopori.Mitigasi GRK dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah tanaman perkebunan sebagai sumber pupukorganik, arang (biochar), pakan ternak, dan sumber bioenergimelalui pengem-bangan model sistem integrasi tanaman dan ternak,serta peremajaan tanaman perkebunan yang sudah menurun produktivitasnya untuk meningkatkan serapan dan cadangankarbon. [Kata kunci :perubahan iklim, sekuestrasi karbon, perkebunan kopi]