Air Susu Ibu merupakan makanan yang tepat untuk bayi terutama pada bulan-bulan pertama, karena mengandung zat gizi yang diperlukan bayi untuk membangun dan menyediakan energi. Kandungan zat gizinya yang lengkap, sehingga mudah dicerna dan diserap secara efisien. Data yang didapatkan dari Puskesmas margadana tahun 2016 terdapat 215 bayi. Dimana dari 215 bayi hanya 59.1% (127 bayi) yang mendapatkan ASI Eksklusif. 18.1% (39 bayi) masih dalam tahap pemberian ASI Eksklusif dan 22,8% (49 bayi) tidak mendapat Asi Eksklusif. Capaian tersebut sangat jauh dari target nasional 85%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan ibu menyusui terhadap kecukupan ASI di Wilayah Kelurahan Margadana tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest desain yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas margadana dengan populasi ibu yang mempunyai bayi berusia dibawah 1 bulan sebanyak 22 responden. Dengan membagikan kuesioner kepada responden dan dilakukan analisis data dengan analisis uji beda. Hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan tentang kecukupan ASI adalah 6,27 dan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang kecukupan ASI mengalami peningkatan yaitu 9,59. Sedangkan setelah dilakukan analisis menggunakan uji beda didapatkan nilai pvalue 0,000, lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan. Kata kunci: Ibu Menyusui, Kecukupan ASI, Nifas