Novia Ludha Iroma Maulida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif