Desy Fitrianingsih Iroma Maulida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN DUKUNGAN BIDAN DENGAN PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI RSUD KARDINAH Desy Fitrianingsih Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.35

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari putingĀ  susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Berdasarkan data di Departemen kesehatan, dalam tahun 2006 tercatat 149 Rumah Sakit (RS) di Indonesia yang melaksanakan Program Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSIB). Program ini mencangkup pelayanan asuhan antenatal (pra melahirkan), pertolongan persalinan sesuai standar, pelayanan nifas, rawat gabung ibu dan bayi, pemberian ASI eksklusif, pelayanan KB dan imunisasi. Sampai bulan juli 2007 hanya 19 Rumah Sakit yang melaksanakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Depkes juga telah mengirim surat edaran agar seluruh RS melakukan program Inisiasi Menyusu Dini (Berita Indonesia, 2007). Penelitian ini bertujuan hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian asi eksklusif pada bayidi desa pesantunan kecamatan wanasari kabupaten brebes tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan kategori cukup (35,8%), Frekuensi dukungan Bidan dalam penerapan IMD, ada 30 Bidan (44,8%) yang tidak mendukung dalam penerapan IMD dan ada 28 Bidan (41,8%) yang mendukung dalam penerapan IMD. Frekuensi penerapan IMD, ada 39 orang (58,2%) yang tidak berhasil saat dilakukan IMD, dan 28 orang (41,8%) yang berhasil melakukan IMDKata Kunci: Tingkat Pengetahuan, IMD, Bidan