Anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan, prevalensi anemia pada ibu hamil yang tinggi dapat membawa dampak negatif. Kejadian anemia kehamilan berkisar 20-89 % dengan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Partus prematur sendiri menurut WHO merupakan persalinan pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Partus Prematur di RSUD Brebes tahun 2103.Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan case control yang bersifat “Retrospective”. Populasi yang digunakan adalah ibu bersalin di RSUD Brebes tahun 2013 dengan sampel sebanyak 26 ibu yang mengami partus prematur dan 26 ibu yang tidak mengalami partus prematur. Pengambilan data dengan mengisi check list menggunakan catatan Rekam Medik. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square untuk mengetahui hubungan antara variabl bebas dan variabl terikat.Berdasarkan hasil penelitian Data Primer Rekam Medik pasien, dari 52 ibu bersalin yang digunakan sebagai sampel, sebagian besar (65,51 %) terjadi pada ibu hamil yang mengalami anemia, sedangkan kejadian partus tidak prematur (partus normal) sebesar (69,47 %) terjadi pada ibu hamil yang tidak mengalami anemia. hasil uji statistik chi square dengan menggunakan SPSS Windows 15.0 diperoleh hasil X2 dengan df = 1 dan taraf kesalahan 5 % (taraf kepercayan 95%) dapat disimpulkan (P Value α) yaitu (0,012 0,05) berarti (nilai X2 hitung nilai X tabel 0,05) yaitu (6,315 3,481), hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti Ha diterima berarti ada Hubungan antara Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Partus Prematur di RSUD Brebes 2013. Kata Kunci : Anemia Ibu Hamil, Partus Prematur