Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antidiabetik Ekstrak Rimpang Kunyit ( Curcuma Domestica Val.) Pada Zebrafish (Danio Rerio) Endang Istriningsih; Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2179

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah, hal ini dapat terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Diabetes melitus akan menyebabkan beberapa manifestasi klinik lainnya. Sebagian besar diabetes melitus adalah diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus tipe 2 ini diobati dengan menggunakan obat antidiabetik oral, namun pada penggunaan jangka Panjang dapat menyebabkan berbagai efek samping, diantara gangguan fungsi ginjal. Sedangkan kunyit adalah tumbuhan yang banyak tumbuh diIndonesia, dan memiliki kadar curcumin yang memiliki efek antidiabetik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat efek antidiabetik dari rimpang kunyit. Penelitian ini dilakukan dengan menginduksi hiperglikemik dengan alloxan dan glukosa selama 3 hari, kemudian dilanjutkan dengan memejankan senyawa uji. Zebrafish dibagi menjadi 5 kelompok yaitu, kelompok I adalah kontrol negatif, kelompok II adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 15,625 µg/ml, kelompok III adalah ektrak etanol rimpang kunyit konsentrasi 31,25 µg/ml, kelompok IV konsetrasi 62,5 µg/ml, kelompok V konsentrasi 125 µg/ml. Kelompok Uji terdiri dari zat uji yang ditambahkan dengan DMSO 0,1%. Kemudian pada hari ke-4 dilakukan pengukuran kadar glukosa dalam darah dengan glucometer. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan rata rata kadar glukosa darah pada kelompok I, kelompok II, Kelompok II, Kelompok IV, dan kelompok V berturut turut adalah 144,43±15,89mg/dL; 106,58 ±9,81 mg/dL; 103,57±10.91mg/dL; 83,00±4,32mg/dL; dan 81,29±5,31mg/dL. Selanjutnya dilakukan analisa data, dan diperoleh kesimpulan bahwa semua kelompok ekstrak kunyit memiliki efek antidiabetik. Efek tersebut disebabkan adanya kandungan curcumin yang terkandung dalam ekstrak rimpang kunyit.
Edukasi Corona Virus Desease 19 (Covid-19) Melalui Penyebaran Poster Kepada Masyarakat Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Osie Listina; Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati; Ismi Sakina Fatmah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.210

Abstract

Semakin melonjaknya angka positif virus corona di Indonesia, seharusnya menambah kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi ini. Kegiatan ini bertujuan: melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, melaksanakan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, melaksanakan penyebaran informasi tentang Covid-19 dalam bentuk mengajak peran serta kepedulian masyarakat. Tahap persiapan yang sebagai berikut: observasi, dengan mendatangi tempat keramaian dan kerumunan, melakukan penggalian informasi tentang pengetahuan masyarakat terkait Covid-19, survei lokasi untuk memasang poster terkait informasi covid-19, membuat poster yang menarik, mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat. Untuk mencapai tujuan kegiatan dilakukan langkah dengan metode sebagai berikut: identifikasi masalah, langkah awal untuk merumuskan apa saja yang akan dijadikan bahan pembuatan poster, penelitian pustaka untuk acuan materi yang digunakan selama pengabdian, metode observasi lapangan, dilakukan untuk memetakan tempat dan lokasi pemasangan poster, sosialisasi kegiatan, dengan mendatangi masyarakat secara langsung dan memberikan informasi terkait Covid-19 dan memasang poster pada tempat-tempat yang sudah ditentukan. Berdasarkan penggalian informasi pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan, maka hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terdapat perbedaan yang mengarah pada progress ysng lebih baik. Dimana sebelumnya masyarakat tidak begitu memahami terkait Covid-19, tetapi setelah dilakukan kegiatan pemberian informasi dan penempelan poster-poster, akhirnya masyarakat menjadi lebih memahami dan menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak sebagai upaya mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini masyarakat dapat menerima dan menjadi lebih memahami informasi mengenai langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan infeksi Covid-19 dan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).