Isnami Nor Rohimah
STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Interaksi Obat Antihiperrtensi Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD dr.Sayidiman Magetan Isnami Nor Rohimah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2539

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah kronik. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena tidak memiliki tanda atau gejala, sehingga pada usia lanjut memerlukan pengontrolan tekanan darah rutin. Hipertensi memiliki potensi interaksi obat lebih tinggi pada usia lanjut dibandingkan dengan remaja dan dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan antihipertensi dan analisis interaksi obat antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUD dr. Sayidiman Magetan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penelusuran data secara retrospektif terhadap rekam medis. Subyek penelitian ini tidak dilakukan penelitian karena termasuk non eksperimental. Data yang digunakan merupakan data rekam medik tahun 2020. Fenomena kesehatan pada data rekam medis dievaluasi menggunakan Ebook Drug Inteerction Facts.Hasil penelitian penggunaan antihipertensi paling umum digunakan adalah 2 kombinasi sejumlah 112 pasien (56%). Berdasarkan interaksi pada tingkat keparahan mayor dan tingkat signifikansi 1 dan 4 obat harus mendekati. Pada tingkat keparahan moderat dan signifikansi 2 menyebabkan penurunan status klinis pasien, memerlukakan terapi tambahan atau diperpanjang rawat di rumah sakit.Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah 2 kombinasi sejumlah 112 kasus (56%), interaksi obat antihipertensi berdasarkan tingkat keparahan adalah keparahan kecil sejumlah 158 kasus (48,62%) dan berdasarkan tingkat signifikansi adalah signifikansi 5 sejumlah 87 kasus (26 , 77%).