Eva Sulistiowati
Center for Health Resources and Services, National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health, Republic of Indonesia, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendekatan Keluarga sebagai Fokus Materi dalam Pelatihan Keluarga Sehat Eva Sulistiowati; Tetra Fajarwati; Trihono Trihono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 30 No 3 (2020)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v30i3.3208

Abstract

Abstract Healthy Family Training is an important stage of implementing the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) to provide qualified surveyors that they are able to carry out PISPK according to the guidelines in Permenkes No. 39/2016. The results of the 2019 PISPK implementation evaluation show that the implementation of PISPK has not been optimal. Only a quarter of trained puskesmas have conducted data analysis and utilization. This paper aims to evaluate the implementation of KS training.The analysis is part of the Implementation Research with Participatory Action Research in five Health Training Centers which was conducted in two stages. The first stage was carried out in Bandar Lampung Lampung in 2017, while the second stage (2018) was carried out in Banjarmasin (South Kalimantan), Gombong (Central Java), Palu (Central Sulawesi), and Kupang, East Nusa Tenggara (NTT). The researchers act as consultants, as well as monitor the implementation of training according to monitoring instruments, and conduct in-depth interview with informants in charge of the provincial, district/city health offices, head of the puskesmas. Data were analyzed qualitatively and arranged thematically. The results show that the preparation and process of KS training in five Health Centers in Indonesia has been carried out quiet well. The training implementation team is formed based on the assignment decree, the trainers have methodological and technical competences. The suitability of participants with the criteria ranges from 90-100%. The facilities and infrastructure at the training venue are adequate, but the wi-fi signal is not strong enough. The learning process shows that the delivery of material is still program-oriented, the topic most discussed by the participants was Family Approach Management and KS Application (MI7), the material delivery of material is considered less applicable (not yet describing implementation in the field). Suggestions for the training material to focus on the the topic MI7, delivery is presented in simulation, and supported by wi-fi with sufficient bandwidth. It is necessary to strengthen the topic of field organization, data management and analysis, as well as the preparation of a plan for proposed activities. Abstrak Pelatihan Keluarga Sehat (KS) merupakan tahap penting pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) untuk menyediakan surveyor yang berkualitas, sehingga mampu melaksanakan PISPK sesuai pedoman dalam Permenkes No. 39 Tahun 2016. Hasil evaluasi implementasi PISPK 2019, menunjukkan bahwa pelaksanaan PISPK belum optimal. Hanya seperempat puskesmas terlatih yang telah melakukan analisis dan pemanfaatan data. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pelatihan KS. Analisis merupakan bagian dari Riset Implementasi dengan Parcipatory Action Research (PAR) di lima Balai Pelatihan Kesehatan yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan di Bandar Lampung (Lampung) pada tahun 2017, sedangkan tahap ke-2 (2018) dilakukan di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Gombong (Jawa Tengah), Palu (Sulawesi Tengah), dan Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Peneliti sebagai konsultan sekaligus memonitor pelaksanaan pelatihan sesuai instrumen monitoring serta melakukan wawancara mendalam dengan informan penanggung jawab KS Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Kepala Puskesmas. Data dianalisis secara kualitatif dan disusun berdasarkan tematik. Hasil menunjukkan bahwa persiapan dan proses pelatihan KS di lima Balai Pelatihan Kesehatan di Indonesia telah dilakukan dengan cukup baik. Tim pelaksana pelatihan dibentuk berdasarkan SK penugasan, pelatih memiliki kompetensi metodologi dan teknis. Kesesuaian peserta dengan kriteria berkisar 90-100%. Sarana dan prasarana di tempat pelatihan sudah memadai, namun sinyal jaringan nirkabel kurang kuat. Proses pembelajaran menunjukkan bahwa penyampaian materi masih berorientasi pada masing-masing program; topik yang paling banyak didiskusikan oleh peserta adalah Manajemen Pendekatan Keluarga dan Aplikasi KS (MI7); penyampaian materi dinilai kurang aplikatif (belum menggambarkan implementasi di lapangan). Saran agar materi pelatihan berfokus pada topik MI7, penyampaian disajikan dalam bentuk simulasi, dan ditunjang dengan jaringan nirkabel dengan bandwidth yang cukup. Diperlukan penguatan topik pengorganisasian lapangan, pengelolaan dan analisis data, serta penyusunan rencana usulan kegiatan.
Pengelolaan Dan Pemanfaatan Data Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) Di Puskesmas Eva Sulistiowati; Andre Yunianto; Sri Idaiani
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 23 No 4 (2020): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v23i4.3567

Abstract

The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PISPK) is conducted by the health center (puskesmas), which addressed to closer the public access to health services with a family target. Puskesmas would accept data and information from family health profiles (Prokesga) based on evidence, that needs to manage adequately so can be utilized as a document of drafting the action plan. Evaluation of the PISPK implementation in 2019 shows that the majority of puskesmas do not conduct and utilize PISPK Data. This study aims to describe how to manage, analyze, and utilization PISPK Data at puskesmas. The analysis is part of the PISPK implementation research conducted by the Center for Research and Development of Health Resources and Services through Participatory Action Research (PAR) approach in 8 puskesmas in Indonesia (2017-2018) using mixed methods. We had performed a Focus Group Discussion for the surveyor and an in-depth interview with the Head of Health Centers. PISPK Data analysed using Excel and SPSS. Results showed that still not proficient in data management and utilization at puskesmas sites. It is caused by several obstacles involve an administrative change of city or district; update of the healthy family application; restricted access of raw data, internet connection, and Prokesga storage, including limitations of data analysis skill also. Barriers can be minimalized use manual analysis and special training for management and data analysis. Results of data analysis for PISPK can also be used to determine program targets, to make a map of the individual problem, family, and area, which is utilized to arrange a draft of the Action Plan. Abstrak Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) dilaksanakan oleh puskesmas untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan dengan target keluarga. Puskesmas akan mendapatkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga (Prokesga) berdasar evidence yang perlu dikelola dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan rencana usulan kegiatan. Evaluasi pelaksanaan PISPK 2019 menunjukkan mayoritas puskesmas belum melakukan analisis dan pemanfaatan data PISPK. Untuk itu, tulisan ini bertujuan menggambarkan bagaimana pengelolaan, analisis, dan pemanfaatan data PISPK di puskesmas. Analisis merupakan bagian dari riset implementasi PISPK yang dilakukan oleh Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan melalui pendekatan Parcipatory Action Research (PAR) di 8 puskesmas di Indonesia pada tahun 2017-2018 dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Dilakukan Focus Group Discussion (FGD) terhadap petugas puskesmas dan wawancara mendalam kepada kepala puskesmas. Data PISPK diolah dengan menggunakan excel dan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan data PISPK di puskesmas lokus belum optimal. Hal ini terkendala, antara lain: perubahan administratif kota/kabupaten, perubahan versi aplikasi KS; tidak ada akses terhadap raw data; terbatasnya sinyal internet dan tempat penyimpanan Prokesga, termasuk juga keterbatasan kemampuan analisis data. Kendala dapat diminimalisir dengan analisis manual, dan pelatihan khusus manajemen dan analisis data. Hasil analisis data PISPK dapat digunakan dalam menentukan sasaran program, membuat peta masalah individu, keluarga dan wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan rencana usulan kegiatan.