Sari Haryanti
Medicinal Plant and Traditional Medicine Research and Development Center, National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cytotoxic activities of Methanolic and Chloroform Extract of Cryptocarya Massoy (Oken) Kosterm. Bark on MCF-7 human breast cancer cell line Yuli Widiyastuti; Ika Yanti M. Sholikhah; Sari Haryanti
Health Science Journal of Indonesia Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v9i1.482

Abstract

Abstrak Latar Belakang. Krangean [Litsea cubeba (Lour.) Pers.] Adalah salah satu tanaman aromatik purba di Indonesia. Tanaman ini adalah anggota keluarga Lauraceae, tumbuh liar di dataran tinggi Sumatera, Kalimantan, dan pulau Jawa. Aktivitas antikanker tanaman ini belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas sitotoksik ekstrak buah krangean pada sel kanker manusia secara in vitro. Metode. Kloroform dan metanol digunakan untuk mempererat bubuk buah kering selama 3x24 jam. Senyawa fitokimia utama ditandai dengan KLT (kromatografi lapis tipis). Uji MTT dilakukan untuk mengamati morfologi dan viabilitas kanker serviks HeLa, kanker payudara MCF-7, dan sel HEPG2 hepar. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi KLT ekstrak kloroform dan metanol Litsea cubeba menunjukkan profil yang sama, dengan senyawa utama yang ditemukan adalah terpenoid dan alkaloid. Uji MTT menemukan bahwa kedua ekstrak memiliki penghambatan kuat pada sel HeLa. Ekstrak kloroform menunjukkan aktivitas sitotoksik yang lebih kuat dibandingkan dengan metanol, dengan nilai IC50 masing-masing 33,7 dan 64,8 μg / mL. Kesimpulan. Esktrak kloroform dan ekstrak metanol dari Litsea cubeba memiliki aktivitas yang kuat terhadap sel HeLa dan aktivitas sedang terhadap sel HEPG2 dan MCF-7. Selanjutnya disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengathui senyawa aktif L. cubeba (Lour.) Pers. yang memiliki aktivitas antikanker potensial. Kata kunci: Litsea cubeba (Lour.) Pers., sitotoksik, HeLa, MCF-7, HebG2, MTT assay Abstract Background. Krangean [Litsea cubeba (Lour.) Pers.] is one of ancient aromatic plants in Indonesia. This plant is the member of Lauraceae family, growing wild on the highlands of Sumatera, Kalimantan, and Java island. The anticancer activity of this plant haven’t been explored extensively.This research aimed to investigate phytochemical content and cytotoxic activity of krangean fruits extract on human cancer cell line in vitro. Method. Chloroform and methanol were used to macerate dried fruits powder for 3x24 hours. Major phytochemical compounds was characterized by TLC (thin layer chromatography). MTT assay was done to observe morphology and viability of HeLa cervical cancer, MCF-7 breast cancer, and HepG2 hepar cancer cell line. Result. The results showed that TLC characterization of chloroform and methanolic extracts of Litsea cubeba revealed similar profile, with the major compound found are terpenoid and alkaloid. The MTT assay found that both extracts have strong inhibition on HeLa cell line. Chloroform extract exhibited stronger cytotoxic activities compared to methanol, with the IC50 values of 33,7 and 64,8 μg/mL respectively. While, the both extract have moderate cytotoxic activities to HEPG2 and MCF-7 cancer cell line indicated by IC50value more than 100 mg/mL. Conclusion. Chloroform and methanolic extract of Litsea cubeba have a strong activity againts HeLa cancer cell lines and moderate activity to HEPG2 and MCF-7, thought chloroform extract of Litsea cubeba has stronger effect on cancer cell line viability. It is well recommended for further studies to investigate the active compound of L. cubeba (Lour.) Pers. for potential anticancer activity. Key words: Litsea cubeba (Lour.) Pers., cytotoxic, HeLa, MCF-7, HebG2, MTT assay
Cytotoxic and MMPs inhibitory activities of Sappan Wood (Caesalpiniasappan L.): various extracts on 4T1 breast cancer cell line Sari Haryanti; Yuli Widiyastuti; Nuning Rahmawati
Health Science Journal of Indonesia Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v9i1.483

Abstract

Latar belakang: Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tanaman potensial dengan berbagai khasiat obat, termasuk antikanker. Gelatinase (MMP-2 dan MMP-9) merupakan matriks metaloproteinase (MMPs) dan memiliki peran penting dalam inisiasi, invasi, dan metastasis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sitotoksik dan penghambatan MMP dari ekstrak kayu secang pada sel kanker payudara 4T1. Metode: Serbuk kayu secang dibagi menjadi 4 bagian, masing-masing diekstraksi dengan pelarut berbeda. Etanol 96%, etanol 70%, dan metanol digunakan untuk metode maserasi, sedangkan air untuk metode infusa. Uji MTT digunakan untuk menentukan efek sitotoksisitas, dan uji gelatin zymography untuk mendeteksi aktivitas MMP-2 dan MMP-9. Profil fitokimia ekstrak diamati dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil: Profil fitokimia ekstrak air menunjukkan profil KLT yang berbeda, sementara tiga ekstrak lainnya memiliki profil yang sama. Ekstrak etanol 96% kayu secang memberikan efek sitotoksik paling kuat terhadap 4T1 dengan nilai IC50 13,1 μg/mL, diikuti metanol (21,4 μg/mL), etanol 70% (22,5 μg/mL) dan air (25,5 μg/mL). Analisis gelatin zymograph dengan software ImageJ menunjukkan bahwa semua ekstrak kecuali air, menghambat aktivitas gelatinolitik MMP-9 Kesimpulan: Ekstrak kayu secang dengan berbagai pelarut polar memiliki aktivitas sitotoksik dan penghambatan MMP pada sel kanker payudara 4T1 dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai anti kanker payudara. Kata kunci: Caesalpinia sappan, MMP, sitotoksik, 4T1 Abstract Background: Sappan wood (Caesalpinia sappan L.) is one of potential plant with wide variety of medicinal properties, including anticancer. Gelatinases (MMP-2 and MMP-9) are the member of matrix metalloproteinases (MMPs) and having a key role in cancer initiation, invasion, and metastasis. This study evaluated the cytotoxic and MMPs inhibitory activities of sappan wood in various extract on 4T1 breast cancer cell lines. Methods: Sappan wood powder were divided into 4 parts, each part was extracted with different solvent. Ethanol 96%, ethanol 70%, and methanol were used for maceration methods, while water for infusion method. MTT assay used to identify cytotoxicity effect, and gelatin zymography assay to detect the activity of MMP-2 and MMP-9. Phytochemical profiling of the extract were observed by Thin Layer Chromatography (TLC). Results: Phytocemical profiling of water extract showed different TLC profile, while three others had similar profile. The results of MTT assay showed that ethanolic 96% extract exhibited the strongest cytotoxic effect against 4T1 with the IC50 value 13,1 μg/mL, followed by methanolic (21,4 μg/mL), ethanolic 70% (22,5 μg/mL) and water (25,5 μg/mL). The analysis of gelatin zymograph bands using ImageJ software proved that all extracts except water, inhibited gelatinolytic activity of MMP-9. Conclusion: The results of the study suggest that various extract of the sappan wood have been found to posses cytotoxic and MMPs inhibitory activities. Keywords: Caesalpinia sappan, MMP’s, cytotoxic, 4T1