Tri Haryanti
STIMIK TUNAS BANGSA BANJARNEGARA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Informasi E-Voting Berbasis Blockchain Untuk Meningkatkan Transparansi Data Tri Haryanti
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 22, No 2 (2026): April
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v22i2.3587

Abstract

Elections that are held in person are vulnerable to fraud, for example, adding votes, miscounting votes and voting more than once, which will be very detrimental to the parties involved, both interested parties and voters. Based on the results of data collection obtained from observations and interviews, an application is needed that allows the above fraud to be avoided. This research develops a blockchain-based E-Voting application to reduce fraud that occurs and to increase transparency of election results data. System development uses the Waterfall method, while system testing uses black boxes. Test results show that by using the blockchain model, voters can only use their NIK once to enter E-Voting to give their voting rights, and refuse to enter their NIK a second time. Blockchain functions to store NIK and lock it so that there is no data duplication so that fraud can be resolved.                                                                                                                                                                  Keywords: Application; E-Voting; Blockchain; Election AbstrakPemilu yang dilakukan secara langsung berpotensi akan kecurangan, seperti penambahan suara, salah menghitung suara dan mencoblos lebih dari satu kali ini akan sangat merugikan pihak terkait baik pihak yang berkepentingan maupun pihak pemilih. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dibutuhkan aplikasi yang memungkinkan kecurangan dapat dihindari. Penelitian ini mengembangkan aplikasi E-Voting berbasis blockchain untuk mengurangi kecurangan yang terjadi, sehingga dapat meningkatkan transparansi data hasil pemilu. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall, sedangkan pengujian sistem menggunakan blackbox. Hasil pengujian menunjukkan dengan penggunaan model blockchain, pemilih hanya dapat menggunakan NIK satu kali masuk ke E-Voting untuk memberikan hak pilihnya, dan menolak bilamana memasukkan NIK keduia kalinya. Blockchain berfungsi untuk menyimpan NIK dan menguncinya agar tidak ada kerangkapan data sehingga kecurangan dapat teratasi.Kata Kunci: Apilkasi; E-Voting; Blockchain; Pemilu