Dilapangan dijumpai juga kasus yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja Bushing Trafo sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja Bushing Trafo distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum Bushing Trafo dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa Bushing Trafo yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai transformasinya. Tujuan Penelitian adalah mengetahui cara pemeliharaan Bushing Trafo distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Metode Penelitian dengan teknik Observasi, Peneliti mengadakan suatu pengamatan secara langsung dari semua peralatan yang dikerjakan. Dengan metode ini penyusun dapat mengetahui secara pasti tentang peralatan tersebut. Dan Metode ini dilakukan dengan cara membaca buku-buku literatur yang dijadikan referensi untuk memperoleh data. Dengan demikian Peneliti menjadi lebih tahu dan jelas tentang peralatan atau perlengkapan yang dipasang pada Bushing Trafo di jaringan distribusi Hasil Penelitian : Tegangan pada Bushing Trafo distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini Bushing Trafo distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci: Bushing, trafo,gardu induk, 150 KV, Kebasen