Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Masalah Mental Emosional Pada Anak Prasekolah Di Kota Sukabumi Shinta Utami; Dewi Hanifah
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 24 No 3 (2021): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v24i3.4066

Abstract

Impairment of mental and emotional development in children can be an early sign of crime at a young age. Risk factors for mental and emotional disorders in children are influenced by external and internal factors. This study aims to determine the prevalence and factors influencing mental-emotional problems in pre-school children in Sukabumi City in 2020. The study design was cross-sectional. The number of samples of pre-school children is 385 children. The data was collected with the help of a checklist and a questionnaire on psychological emotional problems (KMME). Logistic regression was used in the data analysis. The result of the prevalence of mental emotional disorders is 25.7% (99 children). The results of the multivariate analysis showed that emotional psychological problems in children caused by authoritarian upbringing [OR = 5.88 (95% CI; 3.45-10.02)], birth complications [OR = 3.36 (95% CI); 1.95-5.81)] is affected. , divorced parents [OR = 3.00 (95% CI; 1.09–8.23)], working mother [OR = 1.77 (95% CI; 1.04–3.00)] and mother with a low level of education [OR = 1.74 (95% CI; 1.02–2.95.))], authoritarian upbringing is the dominant factor in emotional psychological problems in children. Routine detection by health workers is required so that mental emotional problems in children can be detected as early as possible. Abstrak Perkembangan mental emosional anak yang terganggu dapat menjadi tanda awal kejahatan pada usia remaja. Faktor risiko masalah mental dan emosional pada anak dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah mental emosional pada anak prasekolah di Kota Sukabumi pada tahun 2020. Disain studi potong lintang. Jumlah sampel anak prasekolah adalah 385 anak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar ceklist dan juga kuesienor masalah mental emosional (KMME). Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil prevalensi masalah mental emosional sebesar 25,7% (99 anak). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa masalah mental emosional terdapat pada anak dipengaruhi oleh pola asuh otoriter [OR =5,88 (CI 95%;3,45-10,02)], komplikasi saat lahir [OR=3,36 (CI 95%;1,95-5,81)], orangtua bercerai [OR=3,00 (CI 95%; 1,09-8,23)], ibu bekerja [OR= 1,77 (CI 95%;1,04-3,00)], dan pendidikan ibu rendah [OR=1,74 (CI 95%; 1,02-2,95)], Faktor yang paling dominan terhadap masalah mental emosional anak adalah pola asuh otoriter. Perlu dilakukan deteksi secara rutin oleh tenaga kesehatan agar masalah mental emosional pada anak dapat terdeteksi sedini mungkin.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Antenatal Dewi Hanifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.888

Abstract

ABSTRAK Kecemasan antenatal merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyulit pada kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir. Diperkirakan sekitar lebih 20% ibu hamil mengalami kecemasan antenatal, namun sebagian besar kasus kecemasan antenatal tidak terlaporkan karena pengkajian antenatal saat ini lebih terfokus kepada pemeriksaan fisik. Tujuan penelitian mengidentifikasi kecemasan antenatal dan analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecemasan antenatal. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2018 menggunakan Pregnancy Related Anxiety Questionnaire revised 2 (PRAQ-r2), kuesioner untuk sosiodemografi terdiri dari usia, pendidikan, status ekonomi, perilaku kesehatan, umur kehamilan, paritas, status obstetri dan kuesioner untuk dukungan keluarga. Sampel dalam penelitian ini adalah 160 orang. Data dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil dari penelitian ditemukan ibu hamil yang berpartisipasi mengisi kuesioner adalah 144 dari 160 (Respon Rate 90,62%). Ibu hamil yang mengalami kecemasan antenatal sebanyak 38 orang (26,4%) dan yang tidak mengalami kecemasan antenatal sebanyak 106 orang (73,6%). Faktor yang berhubungan dengan kecemasan antenatal diantaranya paritas (p=0,003), status obstetri (p=0,000), usia kehamilan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,000) dan perilaku kesehatan (p=0,000). Simpulan penelitian ini bahwa kecemasan merupakan gangguan mental yang sering terjadi pada ibu hamil, sehingga pentingnya memahami faktor-faktor yang terkait dengan kecemasan antenatal agar dapat merencanakan asuhan kebidanan yang tepat serta mengembangkan intervensi secara holistik. Kata Kunci: Kecemasan antenatal, PRAQ-r2               
STUDI KOMPARATIF KUALITAS HIDUP IBU HAMIL REMAJA BERDASARKAN STATUS Dewi Hanifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4574

Abstract

 Background: Teenage pregnancy is a high-risk pregnancy and can cause various social, medical and physical health problems. During teenage pregnancy, there are physical, mental and social changes which are dimensions of quality of life. Many factors related to quality of life including demographic status.Objective: To determine the quality of life of adolescent pregnant women and compare the quality of life based on demographic statusMethods: This research is a comparative study conducted at the Sukabumi PONED Public Health Center in October 2019 – November 2020. The population in the study was pregnant women aged less than 20 years, the sample in this study was 34 people with a sampling technique using accidental sampling. The quality of life instrument uses the Short Form-36 (SF 36). Quality of life outcomes were compared based on demographic characteristics, namely education, parity, gestational age, marital status, pregnancy status. Data that were normally distributed were analyzed using the t test, while data that were not normally distributed were analyzed using the Mann Whitney test. Test the normality of the data using the Kolmogorov Smirnov test for the quality of life variable.Results: The average quality of life scores for the domains of physical function, pain, general health, energy, social function, emotional roles, mental health, physical health components, mental health components have an average value above 50. There are differences in scores in several quality domains. life in the respondent group based on gestational age, pregnancy status and marital status with p <0.05.Conclusion: There are differences in several domains of quality of life based on gestational age, pregnancy status and marital status.Keywords: Quality of Life, Teenage Pregnancy