Arif Martanto
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Efisiensi Penggunaan Lahan dan Pola Persebaran Perumahan di Ibukota Kabupaten Purwakarta Martanto, Arif
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.3 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v8i3.6485

Abstract

Purwakarta City’s housing sector is growing rapidly. The demand for land for housing has become a serious challenge as the city must face increasing population. The study employs descriptive-quantitative method to explain the developments in housing, regarding the area, location and spread pattern periodically until 2010. Land use intensity analysis investigates the efficiency of land utility through examinations of building density and building coverage. Nearest neighbour analysis was employed to discover the housing pattern through the calculation of the nearest neighbor parameter in the study area. Supply and demand analysis was carried out to measure the level of availability of housing in 2010. Mapping overlay showed that housing development in the last 23 years to the year 2010 has caused land use conversions, comprising 2,57% (118,76 Hectares) into building lots, 2,23% (103,33 Hectares) into housing facilities and infrastructures, and 0,11% (5,16 Hectares) into public  burial grounds. Urban spatial expression model analysis showed that Purwakarta City is expanding with a star-shaped pattern. Analysis also found 38 housing areas which were unevenly spread in a random pattern with T (nearest neighbor index) of 1,05.  Land use intensity analysis showed that only 6 housing uses its land efficiently. Analysis also found that in2010 in Purwakarta City, there has been a housing availability backlog of 13.642 units.
PENGGUNAAN FMEA DALAM MENGIDENTIFIKASI RESIKO KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SARUNG ATM (ALAT TENUN MESIN) (STUDI KASUS PT. ASAPUTEX JAYA TEGAL) Puspitasari, Nia Budi; Martanto, Arif
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.742 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.93-98

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. PT. Asaputex Jaya adalah perusahaan textil yang bergerak dalam bidang sarung tenun.  Pada saat ini cacat produk yang terjadi pada perusahaan masih ada yang diluar dari ketentuan batas perusahaan yaitu diatas angka persentase yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 2%. Sehingga perusahaan segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi waste yang merugikan perusahaan. Dengan adanya pengendalian kualitas secara baik dan benar, maka akan diperoleh produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Salah satu tool yang digunakan untuk membantu pengendalian kualitas adalah menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Penggunaan FMEA mampu mengidentifikasi resiko kegagalan yang terjadi selama proses produksi pada pembuatan sarung tenun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa moda kegagalan yang menyebabkan cacat produk dengan menggunakan metode FMEA, mendapatkan resiko kegagalan proses produksi terbesar dalam nilai RPN (Risk Priority Number), memberikan usulan perbaikan untuk produksi selanjutnya.  Berdasarkan pengolahan dengan metode FMEA dapat mengidentifikasi moda kegagalan yang terjadi pada proses pembuatan sarung tenun. Moda kegagalan potensial pada proses pembuatan sarung tenun dengan alat tenun mesin (ATM) pada PT. Asaputex Jaya terdiri dari 14 jenis kegagalan. Kata Kunci : kualitas; alat tenun mesin; failure mode and effect analysis; risk priority number Abstract Quality control is one of the things that are important to maintain the company's reputation in the eyes of consumers. PT. Asaputex Jaya is a company engaged in the field of textile woven sarongs. At this time the product defect that occurs in companies that still exist outside the corporate limits of the provisions of the above percentage figures set by the company which is 2%. So the company immediately repairs to prevent harmful waste. With the quality control is good and true, it will obtain the products that can meet customer demand. One of the tools used to help control quality is to use the method of Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). The use of FMEA is able to identify the risk of failure that occurs during the production process in the manufacture of woven sarongs. The purpose of this study was to analyze the failure modes that cause defective product using the FMEA method, get the biggest risk of failure of the production process in the value of the RPN (Risk Priority Number), and provide suggestions for improvement to the next production. Based on the processing of the FMEA method can identify failure modes that occur in the process of making woven sarongs. Potential failure modes in the process of making sarong with alat tenun mesin (ATM) at PT. Asaputex Jaya consist of 14 types of failures. Keywords: quality; alat tenun mesin; failure mode and effect analysis; risk priority number
Kajian Efisiensi Penggunaan Lahan dan Pola Persebaran Perumahan di Ibukota Kabupaten Purwakarta Martanto, Arif
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v8i3.6488

Abstract

Sektor perumahan di Kota Purwakarta mengalami perkembangan pesat. Kebutuhan akan lahan untukperumahan menjadi tantangan serius ketika kota dihadapkan pada pertumbuhan penduduk yangsemakin pesat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkanperkembangan perumahan terkait luasan, lokasi, serta pola persebarannya secara berkala sampai tahun2010. Analisis intensitas pemanfaatan lahan meneliti efisiensi penggunaan lahan masing-masingperumahan melalui pemeriksaaan kepadatan bangunan dan koefisien dasar bangunan (BuildingCoverage). Analisis tetangga terdekat digunakan untuk mengetahui pola perumahan melaluipenghitungan besarnya parameter tetangga terdekat di wilayah penelitian. Analisis ketersediaan dankebutuhan dilaksanakan rumah untuk mengukur tingkat ketersediaan rumah pada tahun 2010. Overlaypeta menunjukkan bahwa pengembangan kawasan perumahan selama 23 tahun hingga tahun 2010mengakibatkan konversi lahan meliputi 2,57% atau 118,76 Ha menjadi kaveling terbangun, 2,23% (103,33Ha) menjadi sarana dan prasarana perumahan, serta 0,11% (5,16 Ha) menjadi lahan TPU. Analisis modelekspresi keruangan kota menunjukkan bahwa Kota Purwakarta berkembang dengan pola ‘gurita’ .Analisis menemukan 38 perumahan yang tersebar tidak merata dan berpola ‘acak’ dengan nilai T/indekstetangga terdekat sebesar 1,05. Analisis intensitas pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa hanyaterdapat 6 perumahan yang efisien dalam pemanfaatan lahannya. Analisis juga menemukan bahwa padatahun 2010 di Kota Purwakarta terdapat backlog ketersediaan rumah sebesar 13.642 unit.Kata kunci : efisiensi, penggunaan lahan, pola persebaran dan perumahan