Yunita R.M. B. Sitompul
Department of Community Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESIKO JENIS PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) Sitompul, Yunita RM Berliana
Jurnal Ilmiah Widya Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.346 KB)

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah penyakit pada pergelangan tangan akibat kerja yang disebabkan oleh gerakan berulang dan posisi abnormal ecara terus menerus yang dilakukan dalam waktu lama sehingga saraf median di pergelangan tangan menjadi terjepit dengan gejala seperti: rasa kebas, rasa kesemutan dan nyeri. Tujuan penelitian mencari hubungan pekerjaan dengan CTS dengan mengekstrasi tinjauan pustaka terkait tulisan yang berhubungan dengan penelitian resiko CTS dengan pekerjaan. Metodologi yang digunakan adalah penelusuran artikel ilmiah yang terkait CTS dengan pekerjaan dari tahun 1997 hingga 2016 melalui Google Scholar dan sumber lain. Penelitian oleh Lazuardi AI pada pekerja dengan resiko tinggi pada pergelangan tangan melaporkan prevalensi CTS diantara 5,6% sampai dengan 15%, sementara penelitian Astrina Aulia mendapatkan angka 65,2 %. Contoh jenis pekerjaan yang banyak melakukan gerakan yang berulang yang dapat menimbulkan CTS adalah penjahit. Dapat disimpulkan penyebab dan patogenesis CTS masih belum jelas. Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan gejala dan gangguan studi konduksi saraf, yang paling populer adalah kompresi mekanik, insufisiensi mikrovaskular, dan teori getaran.
Profile of Allergic Rhinitis Based on Nasal Eosinophil Count, Total Nasal Symptoms Score and Peak Nasal Inspiratory Flow Bambang S. R.Utomo; Lina Marlina; Fransiskus Poluan; Jurita Falorin; Danny Luhulima; Yunita R.M. B. Sitompul
Majalah Kedokteran UKI Vol. 35 No. 1 (2019): JANUARI - MARET
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

Abstract Allergic rhinitis (AR) is a symptomatic disorder of the nose induced after allergen exposure by an immunoglobulin E (IgE)-mediated inflammation of the membranes lining the nose. The manifestation of AR can affect patients’ quality of life. The objective of this study was to evaluate the profile of allergic rhinitis patients in term of nasal eosinophil count, total nasal symptom score (TNSS) and peak nasal inspiratory flow (PNIF). Fourteen allergic rhinitis patients were evaluated using the nasal eosinophil count with Wright-Giemsa staining, total nasal symptom score, and PNIF. The study comprised of 6 (42.9%) men, and 8 (57.1%) women with a mean of age 21.15±3.78 years. Participants’ symptoms and characteristics included sneezing (42%), nasal blockage (21.4%), itchy nose (21.4%), and rinorrhea (14.3%) with a mean TNSS of 8.2±1.8. Intermittent AR was found in 14.3% subjects, persistent AR 78.6%, mild AR 21.4%, and moderate-severe AR 78.6%. The mean PNIF was 80±27.46 L/min, and mean eosinophil count of 2.5±1.74. In conclusion, allergic rhinitis patients demonstrated positive nasal eosinophil count with Wright-Giemsa staining, with the majority of them having persistent and moderate-severe RA. They also had nasal airflow impairment, which could affect quality of life.Keywords: allergic rhinitis, eosinophil, nasal airflow, quality of life. Abstrak Rhinitas alergika (RA) merupakan kelainan pada hidung yang diinduksi oleh pajanan alergen yang berhubungan dengan reaksi inflamasi yang diperantarai IgE pada mokusa hidung. Manifestasi RA dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah simptomatik evaluasi profil pasien RA dari segi hitung eosinofil nasal, skor total sindrom nasal (TNSS) dan aliran inspirasi nasal (PNIF). Empat belas pasien RA dievaluasi jumlah eosinofil nasal dengan pewarnaan Wright-Giemsa, skor total simtom nasal dan PNIF. Terdapat 6 (42,9%) laki –laki dan 8 (57,1%) perempuan dengan umur rata-rata usia 21,15±3.78 tahun. Simtom dan karakteristik pasien yaitu bersin (42%), sumbatan hidung (21,4%), hidung gatal (21,4%) dan rinorea (14,3%), dengan rata-rata TNSS 8.2±1.8. Rinitas alergika intermiten ditemukan pada 14,3% subyek, yang persisten 78,6%, sedang 21,4% serta sedang-berat 78,6%. Rata-rata PNIF 80±27.46 L/menit, serta rata-rata jumlah eosinofil 2.5±1.74. Dapat disimpulkan pasien RA menunjukkan jumlah eosinofil nasal positif dengan pewarnaan Wright- Giemsa dan kebanyakan memiliki RA yang persisten dengan tingkat sedang-berat. Terdapat juga gangguan aliran udara hidung yang mungkin mempengaruhi kualitas hidup mereka. Kata Kunci: rinitis alergika, eosinofil, aliran udara hidung, kualitas hidung