Latifah -
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktivitas Antifungal Kitosan Rajungan dan Udang terhadap Candida albicans Komariah -; Latifah -
Majalah Kedokteran UKI Vol. 35 No. 3 (2019): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

AbstrakKitosan merupakan hasil deasetilasi kitin dan banyak ditemukan pada cangkang hewan avertebrata laut berkulitkeras (Crustacea). Kitosan merupakan suatu amina polisakarida yang berperan dalam menghambat pertumbuhanbakteri dan jamur, termasuk Candida albicans. Pada penelitian ini digunakan kitosan rajungan (Portunus pelagicus)dengan derajat deasetilasi (DD) 89% dan kitosan udang (Penadeus monodon) dengan derajat deasetilasi (DD) 93%.Tujuan penelitian ini untuk menguji daya hambat kitosan tersebut terhadap pertumbuhan C. albicans. Candidaalbicans termasuk flora normal di dalam rongga mulut dan bersifat saprofit namun dapat menjadi patogen bilaterdapat faktor predisposisi pada tubuh pejamu. Efek antifungal yang dihasilkan kitosan DD 89% dan kitosan DD93% terhadap pertumbuhan C. albicans diuji dengan metode difusi cakram. Konsentrasi kitosan yang dipakai padauji adalah 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, dan 1,25% (b/v). Zona hambat yang terbentuk pada masing-masing kelompokkonsentrasi berbeda. Diameter zona hambat terbesar yaitu 8 mm dan terdapat pada konsentrasi kitosan udang1,25%. Sedangkan diameter zona hambat terkecil yaitu 4 mm terdapat pada konsentrasi kitosan rajungan 0,25%.Kata kunci: Kitosan, Candida albicans, derajat deasetilasi, zona hambat AbstractChitosan can be formed from deacetylation of chitin from marine invertebrate shells (Crustacea). It is aminopolysaccharide dan it has antibacterial and antifungal activity. In this study, we used chitosan from Portunuspelagicus (89% deacetylation degree) and Penadeus monodon (93% deacetylation degree). The aim of this studyis measure of inhibition Candida albicans with chitosan, because that bacteria is normal flora in the mouth andsaprophytic. However, it can become pathogenic if there is a predisposing factor in the host. We used diffusiondisc method in this study with several concentrations of chitosan (0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% w/v). Theresults showed, the chitosan has antifungal activity. The highest antifungal activity was showed in 1,25% P. mondonchitosan with 8 mm of inhibition zone. The lowest antifungal activity was showed in 0,25% P. pelagicus chitosanwith 4 mm inhibtion zone.Keywords: chitosan, Candida albicans, deacetylation degree, inhibition zone