Sigid K. L. Bhima Bhima
Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/ RSUP Dokter Kariadi, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penjeratan dengan Gambaran Bintik Pendarahan Mata pada Korban Hidup Theza E. A. Pellondo’u.P; Sigid K. L. Bhima Bhima
Majalah Kedokteran UKI Vol. 35 No. 3 (2019): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mkvol34iss2pp60

Abstract

AbstrakSeorang perempuan berusia 32 tahun datang ke IGD RS E setelah mengalami penjeratan. Pasien mengaku dijeratdari arah belakang kanan, mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri. Sebelumnya pasien mendapatkan penanganandarurat di RS S. Hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan umum tampak sakit, kesadaran berkabut, tekanan darah110/70 mmHg, frekuensi nadi 90 per menit dan teratur, frekuensi napas 16 per menit tidak teratur, dan suhu 39OC. Tampak bintik perdarahan di kelopak mata kanan dan kiri, pipi kanan dan kiri yang meluas sampai ke matakiri. Tampak sebuah jejas jerat di leher melingkar tidak penuh, dasar jejas kulit, warna kecoklatan, perabaan kasar,di sekitar jejas terlihat sedikit memar. Tampak sebuah luka lecet di pergelangan tangan kiri bagian depan, tepitidak teratur, batas tidak tegas. Permukaan luka ditutupi oleh serum yang mengering, warna merah kecokelatan danperabaan kasar. Pemeriksaan radiologis leher tidak menunjukkan kelainan. Hasil laboratorium darah menunjukkangolongan darah: O+, hemogblobin: 11,9 g/dL, eritrosit: 4,94 juta/µL, trombosit: 340 ribu/µL, hematokrit: 37,1%,leukosit: 8430/µL, dengan hitung jenis: eosinofil: 2%, basofil: 0%, netrofil: 51%, limfosit: 39%, monosit: 6%.pH darah: 7,41, tekanan parsial oksigen: 98 mmHg, tekanan parsial karbondioksida: 39 mmHgm, bikarbonat: 22mEq/L, base excess: -0,5 mEq/L, dan saturasi oksigen: 95%. Bintik perdarahan di daerah wajah biasa ditemukanpada korban meninggal yang disebabkan oleh jeratan di leher akibat pecahnya kapiler karena peningkatan tekananpembuluh darah. Korban tidak meninggal dan pemeriksaan penunjang menunjukkan hasil yang cenderung normalkemungkinan besar dikarenakan oleh cepatnya pertolongan yang diterima korban.Kata kunci: penganiayaan, jeratan, bintik perdarahan AbstractA 32 year old female came to ER of E Hospital with history of strangulation. Patient confessed that she wasstrangled from rear right, causing the patient to fell unconscious. Prior to arriving at E Hospital the patient hasreceived emergency medical care in S Hospital. Physical examination indicated that the patient appeared to be inpain, clouding of consciousness, blood pressure 110/70 mm Hg, pulse 90 beat per minute regular, respiration 16 perminute irregular, and temperature 39O C. Petechiae was found in right and left palpebrae, right and left cheeks to lefteye. An incomplete strangulation wound was found on the neck, with features base of wound skin, brownish, rough,and some bruises on the perimeter of the wound. A laceration was found on front side of left wrist, with irregularedge, undefined border. Wound was covered in dried serum, brown-reddish in colour and rough to the touch. Neckradiology examination showed no anomalies. Haematology examination showed blood type O+, haemoglobin 11,9g/dL, erythrocyte 4,94 milionl/µL, thrombocyte 340 thousand/µL, haematocrit 37,1%, leucocyte 8430/µL, withdifferential blood count as follows: eosinophile 2%, basophile 0%, neutrophile 51%, lymphocite 39%, monocyte6%. Blood pH 7,41, oxygen partial pressure 98 mmHg, carbondioxide partial pressure 39 mmHgm, bicarbonate 22mEq/L, base excess -0,5 mEq/L, and oxygen saturation 95%. Facial petechiae commonly found on victim deadfrom neck strangulation caused by capillary burst due to increased blood vessel pressure. Patient, however, did not die and examinations showed rather normal results most likely because she had received proper and immediatemedical care.Keywords: assault, strangulation, petechiae