Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Keamanan dalam Penggunaan Insektisida Rumah Tangga di Kecamatan Pangandaran Nurul Hidayati Kusumastuti; Pandji Wibawa Dhewantara; Nova Pramestuti
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Aspirator Volume 12 Nomor 1 2020
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.389 KB) | DOI: 10.22435/asp.v12i1.318

Abstract

Abstract. The unsafe and improper use of household insecticides represents a major hazard to the environment and human health. Most of people in Pangandaran Sub-District used household insecticides, even more than ten years. The aim of this study was to analyse factors that affect in safety practices of using household insecticide. The research was conducted from April to July 2014 in Pangandaran sub-district. A total of 374 household participated in this study through interviews. Data collected includes characteristics of respondents, educational status, knowledge, attitudes and practices regarding safe insecticide usage. Chi-square test (χ2) was used to measure the possible association between variables and continued with logistic regression. The majority of respondents were lack of safety practices of using household insecticide (60%). The levels of education (p=0.00) and knowledge (p=0.03) was associated with safe practices in insecticide use. However, according to logistic regression that education level had more influence towards safe insecticide use. Therefore, it is necessary to increase community knowledge through field demonstrations by health workers about the use of household insecticides safely and properly. Keywords: household insecticide, practice, safety, Pangandaran Abstrak. Penggunaan insektisida rumah tangga yang tidak aman dan tidak tepat dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Pangandaran menggunakan insektisida rumah tangga, bahkan lebih dari sepuluh tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik menjaga keamanan dalam penggunaan insektisida rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Juli 2014 di Kecamatan Pangandaran. Sebanyak 374 rumah tangga berpartisipasi dalam penelitian ini melalui wawancara. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, status pendidikan, pengetahuan, sikap dan praktik mengenai penggunaan insektisida yang aman. Uji Chi-square (χ2) digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dan dilanjutkan dengan regresi logistik. Mayoritas responden mempunyai praktik yang kurang aman dalam menggunakan insektisida rumah tangga (60%). Tingkat pendidikan (p = 0,00) dan pengetahuan (p = 0,03) berhubungan dengan praktik menjaga keamanan ketika menggunakan insektisida rumah tangga. Namun, hasil dari regresi logistik menunjukkan tingkat pendidikan lebih berpengaruh terhadap penggunaan insektisida yang aman. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui demonstrasi lapangan oleh petugas kesehatan tentang penggunaan insektisida rumah tangga secara aman dan tepat. Kata Kunci: insektisida rumah tangga, praktik, aman, Pangandaran
Deteksi Rickettsia spp. pada Pinjal Tikus di Kota Semarang Dyah Widiastuti; Ulfah Farida Trisnawati; Nova Pramestuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.891 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i2.226

Abstract

Indonesia was reported as endemic area of rickettsiosis, antibody anti Rickettsia typhi has been detected in human population in Jakarta and Semarang. High population of rats in Semarang might contribute to rickettsiosis transmission. Rickettsiosis is caused by Rickettsia spp. which is transmitted by rat ectoparasite. Surveillance system of rickettsiosis in Semarang City has not been established, so the infection of R. typhi in rat flea was under reported. The aim of this study were to identify flea species on rats and to investigate the presence of Rickettsia spp. infection in fleas pool. The fleas were collected from rodent which were captured using single live trap in some areas in Semarang within April-November 2016. Rickettsia spp. DNA of these flea samples were detected by polymerase chain reaction. The result showed that Rattus tanezumi, R. norvegicus, R. exulans, Bandicota indica, B. bengalensis, Mus musculus and Suncus murinus were infested with Xenopsylla cheopis. A total of 144 X. cheopis pools were tested. Fifty (34.7%) pools of X. cheopis were infected with Rickettsia spp. There were no significant correlation between host species and sex toward the infection of Rickettsia spp. in fleas population. High infection rate of Rickettsia spp. among Xenopsylla cheopis population. in Semarang City can play a role in transmission of rickettsiosis. ABSTRAKIndonesia merupakan negara endemis rickettsiosis, di kota-kota besar seperti Jakarta dan Kota Semarang pernah ditemukan adanya antibodi Rickettsia typhi pada manusia. Populasi tikus yang tinggi di Kota Semarang memungkinkan terjadinya penularan rickettsiosis. Rickettsiosis disebabkan oleh Rickettsia spp. yang ditularkan melalui ektoparasit tikus. Sistem surveilans rickettsiosis di Kota Semarang belum ada, sehingga adanya infeksi R. typhi pada pinjal tikus menjadi tidak terlaporkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi keberadaan R. typhi pada pinjal tikus di Kota Semarang. Pinjal diperoleh dari tikus yang tertangkap dengan metode live trap di beberapa lokasi Kota Semarang pada bulan April-November 2016. DNA Rickettsia spp. dari sampel pinjal dideteksi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Xenopsylla cheopis menginfestasi semua tikus tertangkap yaitu Rattus tanezumi, R. norvegicus, R. exulans, Bandicota indica, B. bengalensis, Mus musculus dan Suncus murinus. Pengujian dengan PCR dilakukan pada sebanyak 144 pool X. cheopis, lima puluh pool sampel X. cheopis (34,7%) positif Rickettsia spp. Tidak ada korelasi yang signifikan antara spesies inang dan jenis kelamin inang terhadap infeksi Rickettsia spp. pada populasi pinjal. Tingginya X. cheopis terinfeksi dengan Rickettsia spp. dapat berpotensi menjadi sumber penularan rickettsiosis di Kota Semarang.