M. Kadarisman
Universitas Kristen Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TANTANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM ERA PERSAINGAN GLOBAL M. Kadarisman
Sociae Polites BUNGA RAMPAI PEMIKIRAN DOSEN FISIPOL UKI : Edisi Khusus November 2011
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v1i1.459

Abstract

AbstractThe university’s challenge in the era of globalization is characterized by the development ofscience and technology which is full of competition. Sooner or later, universities inIndonesia in the future will face challenge to improve quality of educational institutionsthat must produce qualified human resources and advantages in various aspects of life.College is one of the subsystems of national education that cannot be separated from othersubsystems within and outside the education system. Universities are able to develop atleast five forms of intelligence, namely intellectual, emotional intelligence, practicalintelligence, social intelligence and spiritual intelligence as well as moral. The five forms ofthis intelligence must be developed simultaneously. If well done, then not only producestudents and graduates who are intellectually smart, but also smart in other things.Keywords: Globalization of Education, Science, Quality of Human Resources.
Faktor Geografi Dalam Mencegah Disintegrasi Bangsa (Upaya Mempertahankan Nasionalisme Indonesia) M. Kadarisman
Sociae Polites Vol. 11 No. 30 (2010): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v11i30.642

Abstract

Abstrak Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan kehidupan dan eksistensinya, serta untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya, yaitu geostrategi nasional, perlu memiliki pemahaman ilmu geopolitik yang dalam implementasinya diperlukan suatu strategi yang bersifat nasional. Mapping global strategy ke depan sangat diperlukan bagi setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara yang merupakan konsep nasional dari ilmu geopolitik mengenai persatuan dan kesatuan dalam berbagai bidang kehidupan, menjadi perekat bangsa Indonesia. Di lain pihak kini semakin sulit jiwa nasionalis kita temukan. Kita malah menganggap remeh para pejuang yang telah berjasa bagi kita. Pemerintah terkesan kurang memperhatikan nasib para veteran. Globalisasi dan kapitalisme telah mengubah mentalitas kita menjadi sangat jauh dari mental nasionalisme Indonesia. Banyak di antara kita yang rela menjual tanah airnya, hanya karena sedikit kemewahan dari negera orang. Kata kunci: Faktor geografi, disintegrasi, dan nasionalisme.
Pemberdayaan Karyawan Dalam Birokrasi M. Kadarisman
Sociae Polites Vol. 10 No. 28 (2009): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/sp.v10i28.1079

Abstract

Pemberdayaan adalah suatu peningkatan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan serta berbagai potensi yang sesungguhnya dimiliki karyawan. Pemberdayaan karyawan secara umum dimaksudkan agar karyawan tersebut menjadi lebih berdaya. Manfaat pemberdayaan karyan adalah: a) pekeerjaan mereka (karyawan tersebut) merupakan milik mereka; b) mereka bertanggung jawab; c) mereka mengetahui di mana mereka berada; dan d) mereka memiliki beberapa kendali atas pekerjaan mereka. Kehendak untuk memberdayakan karyawan dari pihak pimpinan saja tidaklah cukup. Pimpinan perlu mengambil tindakan untuk memastikan bahwa staf dapat memainkan perannya sebaik mungkin dalam kemajuan dan perkembangan organisasi. Staf perlu mendapatkan dukungna sistem, strategi, dan teknik yang sesuai agar mereka, juga kita, mampu memanfaatkan secara optimal kecakapan-kecakapan dan pengetahuan mereka. Pemberdayaan karyawan pada hakekatnya merupakan perubahan budaya, juga merupakan salah satu strategi mewujudkan karyawan yang unggul dalam kinerjanya, dengan jalan mengembangkan dan memperbaharui kemampuan serta keahlian karyawan dalam menghadapi berbagai permasalahan organisasi.