This Author published in this journals
All Journal ASPIRATOR
Asep Jajang Kusnandar
Loka Litbang P2B2 Ciamis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KELOMPOK UMUR DENGAN STATUS INFEKSI VIRUS DENGUE Lukman Hakim; Asep Jajang Kusnandar
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 4 No 1 (2012): Jurnal Aspirator Volume 4 Nomor 1 2012
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.21 KB)

Abstract

Abstrak. Infeksi virus dengue tidak pasti menyebabkan DBD pada manusia bergantung faktor lain, salahsatunya adalah sistem imunitas tubuh yang juga dipengaruhi status gizi dan umur. Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan status gizi dan umur terhadap status infeksi virus dengue. Penelitian dilakukan diKabupaten Cirebon dengan desain cross sectional. Tinggi dan berat badan diukur serta dihitung indeksmassa tubuh (IMT) untuk mengetahui status gizi. Hasilnya dikelompokkan menjadi dua kategori, tidaknormal dan normal. Kelompok umur dikategorikan menjadi umur < 5 tahun dan > 5 tahun. Selanjutnyapemeriksaan sampel darah menggunakan rapid diagnostic test untuk mengetahui status infeksi. Hasilnya,dianalisis untuk mengetahui hubungan status gizi dan kelompok umur dengan status infeksi virus dengue.Dari 200 responden (86 laki-laki, 114 perempuan) didapatkan status gizi 68 orang (34%) tidak normaldan 132 orang (66%) kategori normal; kelompok umur < 5 tahun 193 orang (96,50%) dan < 5 tahun 7orang (3,5%). Pemeriksaan sampel darah menunjukan 39 orang (19,50%) responden positif antibodi virusdengue dan 161 orang (80,50%) negatif. Analisis bivariat menunjukkan status gizi dan kelompok umurmemiliki hubungan dengan status infeksi virus dengue serta kelompok umur memiliki pengaruh terbesar.Disimpulkan, status gizi dan kelompok umur terbukti berhubungan dengan status infeksi virus dengue.Status gizi tidak normal dan kelompok umur < 5 tahun, menjadi faktor risiko untuk terjadinya penularanvirus dengue.