Iko Agustina Boangmanalu
Universitas Pelita Harapan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Vol 1 No 12 (2018): JULI MEREFLEKSIKAN CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI KARYA A. A. NAVIS SEBAGAI PENGGUGAH MINAT BACA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS PELITA HARAPAN: Iko Agustina Boangmanalu, Universitas Pelita Harapan Iko Agustina Boangmanalu
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v11i2.811

Abstract

ABSTRAK Karya sastra sebagai dokumen sosial menjadi wadah refleksi yang efektif. Fungsi didaktif karya sastra menyuluh pembaca secara tidak langsung. Pendidikan diberikan lewat permenungan juga mengaitkannya dengan pengalaman pribadi maupun kondisi masyarakat di zaman pembaca. Pendekatan sastra dengan cara demikian sudah ada sejak zaman Plato yang dikembangkan oleh Marxis. Karya sastra dipandang sebagai cerminan masyarakat di era tertentu. Pendekatan ini disebut mimesis, sudah lama ditinggalkan peneliti sastra, tetapi perlu dikembangkan lagi untuk mengenali dan menghargai keragaman budaya masyarakat Indonesia. Robohnya Surau Kami adalah cerpen yang mengandung nilai kemanusiaan, kasih, dan menggambarkan fenomena beribadah yang masih ditemui di zaman ini. Kepekaan dan cara penulis mengkritik persoalan masyarakat yang sensitif menjadi kekuatan cerpen ini. Selain itu, penokohan dan konflik terasa nyata sekalipun ada dialog manusia dengan Tuhan setelah kematian. Penulis menunjukkan kematangannya dalam memaparkan persoalan nyata yang akrab di tengah-tengah masyarakat. Penutup cerita pun menimbulkan keheranan. Hal tersebut memberi pengalaman membaca yang bermakna dan kesan yang mendalam bagi pembaca sehingga dapat menjadi penggugah minat baca yang efektif bagi mahasiswa, khususnya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata Kunci: refleksi, karya sastra, minat baca ABSTRACT Literary work as a social document becomes an effective reflection media. The 'Didaktif' function of literary work indirectly informs readers. Education is given through reflection and it is also connected with personal experiences or society conditions in the reader era. This kind of literature approaching had been existing since the Plato era which was developed by Marxis. Literary work is viewed as a society reflection in a certain era. This approaching is called Mimesis which has long been abandoned by researchers but it needs to be developed to recognice and to appreciate the society's cultural diversity. Robohnya surau kami is a short story containing values of humanity and love end it describes a worship phenomenon which we still find in this era. The sensitivity and the way the writer criticizes society problem becomes the strength of this short story. In additions, characters decision and the conflict seem real though there is a dialogue between human and God after death. The writer shows his high capability in delivering real problems occurring in the community. The story closing makes a surprise. That gives a valuable reading experience and a deep impression so that it attracts students to have an effective reading interest, especially Indonesia Language department students. Key words: reflection, literature, reading interest
Analisis Implikatur pada Acara Catatan Najwa Bertajuk Ekslusif Ma’ruf Amin Soal Wapres yang Terlupakan Ernie Bertha Nababan; Iko Agustina Boangmanalu; Anggit Asmara Darmaningtyas
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Kode: Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.07 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i1.23926

Abstract

Implikasi dapat dipahami sebagai maksud yang tersembunyi dalam sebuat ujaran. Ujaran mengandung implikasi yang sangat menarik untuk dianalisis secara pragmatik. Fokus penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis implikatur yang terdapat dalam sebuah acara Catatan Najwa bertajuk eksklusif: Ma’ruf Amin Soal Wapres yang Terlupakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dokumen berupa transkrip dari video berdurasi 29 menit 57 detik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara umum, terdapat dua jenis implikatur, yakni implikatur nonkonvensional dan implikatur konvensional. Penggunaan implikatur sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai topik percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas implikatur nonkonvensional dan lima implikatur konvensional. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses analisis implikatur tidak pernah terlepas dari konteks ujaran. Kata Kunci : implikatur, pragmatik, catatan Najwa
Penerapan Pendekatan Behavior untuk Meningkatkan Kedisiplinan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII [The Implementation of Behavioural Approach to Enhance Discipline in Grade 8 Students During the Bahasa Indonesia Lesson] Iko Agustina Boangmanalu; Magdalena Ega Putri
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 3, No 2 (2021): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v3i2.3197

Abstract

The purpose of writing is to describe the application of a behaviour approach in the Christian education paradigm in learning Indonesian for grade VIII to improve student discipline in doing assignments using descriptive qualitative methods in the context of distance learning. One indicator of student discipline is doing assignments according to teacher instructions. Based on the presentation of observational data, more than 50% of students do not do assignments. The teacher presents a solution through the application of a behavioural approach by giving gifts, motivation, praise, and consequences to overcome this indiscipline. Teacher's love for students is the key and the reason for applying the behaviour approach with the Christian paradigm. The conclusion of this paper, by giving gifts, motivation, praise, and consequences in approaching behaviour with a Christian perspective has been shown to increase student discipline. Suggestions for readers, it is necessary to adjust the form of the stimulus if the teacher teaches students high initiative and tends to be rebellious so that the class can continue effectively.