This Author published in this journals
All Journal ASPIRATOR
AMrul Munif
Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan Balitbangkes Depkrs RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nyamuk Vektor Malaria dan Hubungannya Dengan Aktivitas Kehidupan Manusia Di Indonesia AMrul Munif
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 1 No 2 (2009): Jurnal Aspirator Volume 1 Nomor 2 2009
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.133 KB)

Abstract

Abstract. Nyamuk merupakan organisme hidup yang tersebar di berbagai penjuru dunia,yang sebagian besar dapat merugikan bagi kehidupan manusia karena perannya dapatmenyebar luaskan penyakit menular (penyakit tular vektor) diantaranya malaria, demamberdarah, radang otak hencephalitis, filaria, chikungunya. Tidak semua spesies nyamukbetina dapat berperan sebagai penular penyakit hanya beberapa saja diantaranya genusAnopheles, culex, Aedes dan Mansonia. Penyakit penting yang dapat ditularkan olehkeempat genus tersebut adalah malaria, filaria, demam berdarah dan Japanese encephalitis.Tujuan dari penulisan ini mengkaji sejahu mana nyamuk Anopheles dapat menimbulkanmasalah kesehatan masyarakat serta sebarannya yang terkait dengan aktivitas kehidupanmanusia di Indonesia. Berbagai aktivitas manusia dapat memberikan kontribusi terhadaptempat perkembangbiakan bagi kehidupan nyamuk, apabila tempat-tempat tersebut tidakterawat /terkontrol dengan baik. Hal ini akan memberikan kerugian bagi manusia sendiri,karena populasi nyamuk bertambah memberi peluang kontak gigitan nyamuk terhadapmanusia. Spesies nyamuk vektor tertentu mempunyai kaitan erat dengan aktivitas kehidupanmanusia dari mulai pengelolaan lahan sawah, tambak ikan, perkebunan, peternakan,menampung air sampai pembuangan air limbah rumah tangga akan memberikan peluangnyamuk untuk berkembangbiak. Pada umumnya vektor malaria di Indonesia mempunyaisifat perilaku zoofilik dan sedikit antropofilik yang berbeda pada setiap daerah endemis, danbersifat eksofagik, eksofilik berbeda pula sebagai parameter entomologi kesehatan