Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Journal of Informatics and Computer Science (JINACS)

Pengaruh Mobilitas dan Jumlah Pengguna pada Kualitas Layanan Software Defined Wireless Network (SDWN) Arsy Bilahil Tama; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.128 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n03.p224-230

Abstract

Abstrak— Dari kemajuan teknologi jaringan yang sangat pesat lahirlah Software Defined Network (SDN) pada pertengahan tahun 1990-an, untuk mengatasi kerumitan konfigurasi jaringan yang sangat kompleks. SDN menawarkan fungsionalitas jaringan yang fleksibel, dinamis, dan dapat diprogram, serta banyak keuntungan lain seperti kontrol yang terpusat, pengurangan kompleksitas konfigurasi, dan penghematan dalam instalasi jaringan. Sehingga saat ini konsep SDN digunakan termasuk pada jaringan nirkabel. Jaringan nirkabel sendiri berkembang karena kesederhanaan dan kebebasan, akan tetapi karena faktor mobilitas itu sendiri sangat berpengaruh terhadap kinerja jaringan. Mobilitas menjadi tantangan dan pertimbangan saat pengembangan jaringan nirkabel. Penelitian ini merupakan penelitian analisis terhadap jaringan SDN yang berbasis teknologi nirkabel atau dikenal dengan Software Defined Wireless Network (SDWN). Pada penelitian ini menganalisis pengaruh model mobilitas Gauss Markov, Random Direction, Random Walk, dan Random Waypoint terhadap kinerja jaringan SDWN. Dari hasil uji coba didapatkan dari keempat model mobilitas terhadap jumlah 4 station, 10 station, 20 station. Pada hasil parameter Throughput setiap pertambahan station nilai Throughput mengalami penurunan, pada parameter packet loss dengan setiap pertambahan stations nilai packet loss semakin naik, hasil pengukuran Receive Signal Strength Indicator (RSSI) dilihat secara keluruhan setiap mobilitas dengan seiringan pertambahan station nilai RSSI semakin naik, pada pengujian Tx-bytes pada model mobilitas Random Direction dan Random Waypoint memiliki nilai konstan tetapi pada model mobiliatas Gauss-Markov dan Random Walk.
Analisis Kekuatan Enkripsi Data Pada Citra Digital Menggunakan Metode Rubiks Cube Yudhistira Satrio Yudanto; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.494 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p557-563

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini sangatlah pesat, yang dimana dapat memberikan berbagai macam informasi dan berbagai macam - macam pilihan untuk melakukan sebuah penyimpanan dan pengiriman informasi. Citra Digital merupakan salah satu media yang banyak digunakan untuk menyimpan foto, gambar, maupun hasil karya dalam format berbentuk digital dan sedangkan kriptografi merupakan ilmu yang mempelajari suatu teknik matematika dimana teknik tersebut berhungan dengan adanya keamanan pada media informasi seperti gambar, video, audio, dan tulisan. Media tersebut sangatlah penting dan perlu dijaga kerahasiaannya, maka dari itu saat proses pengiriman informasi yang bersifat rahasia atau sensitif, maka sebisa mungkin menjaga informasi tersebut agar tidak rentan terhadap pencurian informasi oleh pihak yang akan mencuri informasi yang dimana tidak akan merugikan pemilik informasi. Pada penelitian kali ini penulis akan melakukan suatu penelitian untuk memberikan suatu keamanan pada media gambar (citra digital) yang merupakan suatu keamanan kriptografi yang menggunakan algoritma Rubiks Cube. Citra yang akan digunakan sebagai bahan penelitian ini adalah citra digital yang berformat .jpg dan .bmp. Pada pengujian kali ini, penulis akan melakukan dengan dua tahap yaitu dengan menggunakan indera pengelihatan manusia dan tahap kedua dengan melakukan suatu perhitungan pada gambar yang asli dan dengan gambar hasil. Yang dimana meliputi beberapa aspek yaitu : pengujian enkripsi dan deskripsi, pengujian melalui hasil uji NPCR, dan pengujian dengan melalui hasil histogram. Dengan proses keamanan tersebut, akan diawali dengan pembangkitan pada deret kunci baris dan kolom yang secara acak, lalu akan dilanjutkan dengan pengacakan pada setiap piksel vertikal maupun horizontal sesuai dengan kunci yang sudah dibangkitkan sebelumnya. Gambar(citra digital) yang telah teracak maka akan dilanjutkan dengan implementasi XOR di setiap bagian pixel gambar tersebut. Sehingga dapat menghasilkan gambar(citra digital) yang telah dienkripsi. Dari hasil penelitian tersebut, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa pengujian enkripsi-dekripsi yang telah dilakukan dengan menggunakan metode rubiks cube berhasil pada bahasa pemrograman python dan pada pengujian nilai NPCR hasilnya menunjukan bahwa nilai pada gambar yang telah dienkripsi menghasilkan nilai rata – rata 99.5% . Gambar yang telah di enkripsi pada pengujian histogram mengalami perubahan nilai warna yang dimana keamanan informasi media sangat terjaga kerahasiaannya.
Analisis Penerapan Manajemen Bandwith Pada Jaringan Software Defined Network Kevin Febrinda Diksar Fahmi Putra; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 01 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n01.p143-149

Abstract

Peningkatan kebutuhan akses layanan digital menuntut adanya peningkatan sumber daya yang dibutuhkan. Penggunaan internet oleh masyarakat Indonesia saat ini mencapai sekitar 212,35 juta orang. Hal ini merupakan tantangan bagi penyedia layanan digital agar para pengguna dapat mengakses layanan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, supaya kecepatan koneksi internet yang berkaitan dengan pengaksesan layanan digital dapat dilakukan dengan mudah tanpa masalah, diperlukan manajemen bandwidthagar bandwidth bisa dikelola dengan efektif sehingga satu user dengan yang lain menggunakan bandwith yang seimbang dan kinerja jaringan menjadi lebih baik. Metode Hierarchical Token Bucket atau disingkat HTB ialah metode yang dapat digunakan untuk mengatur manajemen bandwidth adalah HTB. Dimana bandwith akan dibagi ke dalam kelas – kelas sehingga mempermudah proses pengaturannya. Dengan menggunakan QoS ( Quality of Service ), metode HTB diterapkan agar menghasilkan kinerja jaringan yang lebih baik dengan parameter pengujian throughput, delay, jitter dan packet loss. Selain manajemen bandwidth, pengelolaan jaringan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi SDN (Software Defined Network ) yang mampu mengelola jaringan dengan konsep jaringan terpusat sehingga menghasilkan jaringan yang lebih stabil dan mudah diatur konfigurasinya. Pada penelitian ini dilakukan analisis penerapan manajemen bandwidth pada jaringan SDN.Berdasarkan hasil penelitian dan pengukuran QOS, kinerja jaringan yang menggunakan QoS memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih unggul dengan nilai rata - rata throughput 107828,033 bp/s, jitter 10 s, serta packet loss memiliki rata - rata 0,65718048% dan parameter delay memiliki rata – rata 12 s dengan kategorisangat bagus. Berdasarkan hasil pengujian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa manajemen bandwith pada SDN menggunakan metode Hierarchical Token Bucket memiliki kinerja yang lebih unggul, efektif, dan efisien.
Penerapan Container Load Balancing untuk Manajemen Trafik pada Learning Manajemen System Tegar Sukma Hendrana; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n02.p169-182

Abstract

Abstrak— Metode pembelajaran daring berbasis e-learning saat ini menjadi keharusan untuk diterapkan di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia dalam rangka menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih fleksibel. Kondisi tersebut menjadikan Moodle Learning Management System (LMS) sebagai salah satu platform yang banyak digunakan untuk merealisasikan sistem pembelajaran berbasis e-learning. Peningkatan intensitas penggunaan serta kompleksitas fitur dari Moodle LMS yang mencakup banyak aktivitas didalamnya, menjadikan standar availability server menjadi komponen penting untuk menunjang aktivitas Moodle yang optimal. Di sisi lain, arsitektur server web tunggal sudah tidak lagi relevan dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, membangun infrastruktur server Moodle yang mampu menunjang berjalannya aktivitas pembelajaran dengan baik sangatlah penting. Penerapan arsitektur clustering web server berbasis docker swarm cluster yang memuat implementasi metode container load balancing menjadi solusi mengenai isu standar availability server Moodle. Docker swarm cluster terdiri dari node manager dan node worker, dengan implementasi container load balancing, node manager mampu mengarahkan user request menuju node worker secara merata sehingga load traffic dapat diatasi dengan baik dan kinerja Moodle lebih optimal. Dari penelitian ini, diperoleh hasil bahwa server Moodle yang dibangun di lingkungan docker swarm cluster dengan menerapkan metode container load balancing mampu merespon load traffic dari user request dengan baik dilihat dari hasil pengujian dengan parameter throughput dan error rate pada aktivitas login, view course, assignments dan quiz. NFS mampu menyediakan penyimpanan data persisten yang dibutuhkan Moodle dalam melakukan tracking terhadap volume moodlecode dan moodledata. Mekanisme scaling dan failover dari docker swarm berjalan dengan baik sehingga membuat tingkat ketersediaan server tinggi. Kata Kunci— Learning Management System, Moodle, Availability Server, Clustering Web Server, Container, Docker Swarm, Load Balancing
Simulasi Handover pada Jaringan Nirkabel Berbasis Software Defined Network Christoper Siahaan; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 03 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n03.p256-263

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan sebuah metode atau paradigma dalam jaringan komputer dalam mendesain, membuat, dan mengelola sebuah infrastruktur jaringan. SDN memisahkan control plane dan data plane, SDN ini menjad solusi untuk perkembangan jaringan yang pesat. SDN memiliki kontrol yang terpusat sehingga mempermudah pengguna dalam mengelola dan mengonfigurasi sebuah jaringan dibandingkan dengan jaringan non-SDN dimana control plane dan data plane berada pada satu perangkat yang sama. Dengan SDN jaringan menjadi lebih fleksibel dan cerdas. Penerapan SDN pada jaringan wireless juga diharapkan dapan memberikan dampak positif dan meningkatkan kinerja dari jaringan WLAN. Handover terminal pada jaringan WLAN berbasis SDN dapat secara efektif meningkatkan QoS dan pemanfaatan sumber daya WLAN. Penelitian ini berfokus pada handover berbasis software defined wireless network (SDWN), penelitian ini dilakukan dengan menggunakan emulator Mininet-WiFi dengan model mobilitas random way point, random walk, dan random direction. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pergerakan station dengan mobilitas terhadap jarak akses poin dengan jumlah station pada proses handover yang sudah ditentukan. Pada setiap model mobility pengujian untuk mendapatkan throughput, jitter, packet loss, dan RSSI. Dari hasil uji coba didapatkan mobilitas pada jaringan WLAN yang mengakibatkan perubahan topologi jaringan, mengakibatkan perubahan nilai parameter uji yang digunakan. Kata Kunci - Simulasi Handover, WLAN, Software Defined Network, Randomway Poin, Random Walk, Random Direction
Integrasi End-point Security Berbasis Agent dan Bot Messenger untuk Deteksi dan Monitoring Serangan pada Web Server secara Real-time Muhammad Alfian Fahrudi; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 03 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n03.p275-282

Abstract

Perkembangan teknologi mempengaruhi perusahaan atau instansi untuk memaksimalkan kinerjanya. Perusahaan menggunakan media internet untuk memberikan informasi, layanan, dan menyimpan data melalui web server. Mudahnya mendapatkan informasi pada media internet menimbulkan kejahatan siber dalam upaya untuk mengambil data pada web server. Salah satu pihak yang menangani dan melindungi keamanan jaringan sebuah perusahaan yaitu Security Operation Center (SOC). sangat berperan penting dalam kondisi ini. Pada penelitian ini mengusulkan sebuah sistem integrasi antara end-point security dengan bot messenger Telegram. Sistem integrasi akan membantu pengeluaran finansial perusahaan dan membantu kinerja SOC dalam memantau web server. Wazuh sebagai aplikasi end-point security yang diintegrasikan dengan bot Telegram. Wazuh merupakan aplikasi open source yang didirikan pada tahun 2015. Sistem integrasi Wazuh dengan bot Telegram mampu mengirim pesan dengan format penulisan sesuai kondisi aktivitas yang terjadi pada web server. Sistem integrasi juga mampu mengurangi pesan yang terkirim ketika terjadi aktivitas yang sama secara terus-menerus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa integrasi sistem monitoring Wazuh dengan bot messenger Telegram berhasil mengirim pesan secara real-time.
Desain dan Pengembangan Backend Aplikasi Bantucari Menggunakan Microservices M Saif Alikhan; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 03 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n03.p314-321

Abstract

BantuCari merupakan aplikasi untuk membantu seseorang apabila sedang kehilangan barang maupun menemukan barang. Aplikasi yang baik tentunya harus memiliki backend yang mumpuni. Salah satu cara untuk memnuhi backend mumpuni yakni dengan mengimplementasikan layanan microservices. Salah satu cara untuk membuktikan dengan pengujian stress test menggunakan aplikasi Apache JMeter dan dibandingkan dengan services lainnya seperti VPS dan Shared Hosting. Dengan menggunakan parameter response time, troughput, sent, receive dan error untuk mengetahui keunggulan microservices. Dan hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan penerapan microservices dan pengujian dengan skenario yang ditentukan, arsitektur microservices lebih unggul dibandingkan dengan layanan yang lainnya.
Perbandingan Kinerja Service Mesh Pada Manajemen Microservices di Kubernetes Muhamad Arif Rahman Hakim; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiringnya pertumbuhan bisnis dan kebutuhan teknologi yang kian meningkat, menciptakan tantangan tersendiri bagi dunia bisnis dan digital. Berbagai macam arsitektur dan metode perancangan sistem aplikasi bermunculan hingga yang saat ini sedang populer adalah penggunaan arsitektur microservices yang memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih fleksibel dan mudah dikelola, dengan menjadikan setiap fitur aplikasi sebagai entitas terpisah yang dapat dikembangkan dan di-deploy secara independen. Pengelolaan aplikasi microservices tentu membutuhkan tools yang mudah untuk digunakan, di maintenance, dan dapat di kelola secara otomatis sehingga banyak bermunculan tools manajemen microservices salah satunya adalah kubernetes. Namun, kubernetes dinilai masih mempunyai banyak kekurangan dan minim fitur, sebagai contoh pada pengelolaan komunikasi antar microservices. Service mesh muncul sebagai salah satu solusi pengelolaan komunikasi antar microservices yang dapat mengatasi masalah komunikasi antar aplikasi mikro. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa microservices yang menggunakan service mesh tambahan dan service mesh bawaan kubernetes. Pengujian akan dilakukan pada lingkungan cloud yang memiliki ketahanan lebih baik dibanding lingkungan lokal. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ternyata penggunaan service mesh untuk pengelolaan komunikasi antar microservices memiliki performa lebih baik, namun dengan penggunaan sumber daya yang sedikit lebih besar dikarenakan terdapat komponen tambahan pada service mesh Istio atau service mesh tambahan.
Klasifikasi Penyakit Stroke Menggunakan Support Vector Machine (SVM) dan Particle Swarm Optimization (PSO) Yuwike Ayuningtyas; I Made Suartana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n04.p451-457

Abstract

Stroke adalah penyakit yang tidak menular tetapi menjadi salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian dan kecacatan di dunia termasuk negara kita Indonesia. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit stroke yaitu faktor risiko stroke yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah yakni jenis kelamin, usia, genetik dan ras. Untuk faktor risiko stroke yang dapat diubah yakni obesitas, merokok, hipertensi (tekanan darah), diabetes militus, dan gaya hidup tidak sehat. Menurut Kementrian Kesehatan RI penderita penyakit stroke mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 10.9% pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2013 jumlah penderita penyakit stroke sebanyak 7.0% (Kementrian Kesehatan RI, dalam Abdul 2022). Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui hasil preprocessing dataset, dapat mengetahui hasil klasifikasi penyakit stroke menggunakan metode Support Vector Machine, dan dapat mengetahui hasil perbedaan akurasi dari klasifikasi penyakit stroke menggunakan metode Support Vector Machine dan Support Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization. Sebelum melakukan klasifikasi dataset stroke dilakukan preprocessing terlebih dahulu seperti mengatasi data tidak seimbang menggunakan teknik SMOTE sehingga data siap dimasukkan kedalam model klasifikasi. Dataset stroke yang digunakan memiliki 9 fitur atau atribut dan bejumlah 5.510 data sebelum di upsampling dan menjadi 9.772 data setelah di upsampling. Hasil penelitian ini memperoleh sebuah model untuk sistem sederhana prediksi untuk klasifikasi penyakit stroke, serta mendapatkan hasil nilai akurasi yaitu 88% dengan metode SVM dengan teknik SMOTE dan 95% untuk pengujian menggunakan metode PSO-SVM dengan teknik SMOTE.