Hari Martopo
Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Parangtritis KM 6,5 Yogyakarta, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROGRAMATISME DALAM MUSIK INSTRUMENTAL ERA ROMANTIK (Programatism of Romantic Era in Instrumental Music) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i2.843

Abstract

Programatisme diartikan sebagai aliran atau faham yang berkembangsebagai kekuatan baru akibat dari sikap para komposer, seperti : Ludwigvon Beethoven (1770-1827) dan Franz Peter Schubert (1797-1828), yangmencipta musik program pada awal era Romantik abad ke-19. Sikapeksploratif Richard Wagner (1813-1883), Giussepe Verdi (1813-1901),maupun Franz Liszt (1811-1886), yang memberikan makna baru padakomposisi seakan mengoreksi dan bahkan menentang keterbatasan aliranmusik “absolut” yang tetap menekankan pada penggunaan bentuk-bentukmusik sebagai platform komposisi. Kandungan makna atau isi, maupunmuatan lain dipadukan dengan ide musikalnya sehingga terwujud musikyang lebih ekspresif bahkan sangat dramatis sesuai dengan “semanagtjaman” Romantik.Kata Kunci: musik, programatisme, era Romantik, komposer
PERSOALAN MENCARI IDENTITAS MUSIK INDONESIA MELALUI  KAJIAN HISTORIS GAMELAN DAN KERONCONG (The Searching Problems of Indonesian Music Identity Through the Study of  Gamelan and Keroncong History) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i1.705

Abstract

Pembangunan   nasional   tenis   benlanjut   tetapi   pesoalan   bangsa   kian   hari   makin  banyak dan tak terduga. Semua sektor termasuk kebudayaan dan seni harus layak  dijual.   Persoalan   kreativitas   dahulu   kurang   diperdebatkan,   kini   masalah   itu  dikaitkan   dengan   HaKI   dan   Paten   dan   ramai   dibicarakan.   Dalam   kancah   musik,  musik   Indonesia   seharusnya   mampu   menembusmedan   yang   lebih   luas   hingga   ke  tingkat   dunia.   Tetapi   batasan   tentang   musik   Indonesia   juga   masih   banyak  diperdebatkan.   Mungkin   benar   akanpendapat   Paul   Wolbers   tentang  Game/an  dan  Keroncong sebagai musik nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Itulah aset  kita.Kata kunci: musik nasional. tradisi, nasionalisme, gamelan, Keroncong
Paradigma Baru Penelitian Seni (The New Paradigm of Arts Research) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.737

Abstract

Atmosfer penelitian seni di lingkungan perguruan tinggi seni masihterasa kering bila dibandingkan dengan penelitian ilmu-ilmu lain,terutama oleh karena persoalan paradigma dan parameter ilmiah.Paradigma lama yang memandang dikotomis ilmu dan seni sebagaisuatu relasi yang berhadap-hadapan sesungguhnya benar-benar telahusang. Pikiran seperti itu perlu segera dikoreksi karena hakikat seniadalah suatu disiplin yang bersifat sains dan filsafat; maka paradigmabaru perlu dikembangkan untuk tujuan pembebasan berpikir terutamabagi para peneliti seni. Kebebasan berpikir dan perasaan merdeka sangatmendorong peneliti seni menghasilkan banyak kreativitas, inovasi, danpenemuan-penemuan.Kata kunci: penelitian, seni, paradigma, kreativitas.
MUSIK SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUANTUM (MUSIC AS IMPORTANT FACTOR IN APPLICATION QUANTUM LEARNING METHOD) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.681

Abstract

Musik adalah seni yang paling abstrak sekaligus juga merupakan realitas fisika bunyi yang memilik banyak keunggulan untuk membantu pendidikan watak halus seseorang. Ia telah banyak dikaji oleh para pemikir, kaum agama, pendidik, dan teoretikus seni; selain sebagai seni ia banyak digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari tradisi, adat, hiburan, maupun pendidikan. Pasca Perang Dunia ke-2 telah terjadi perkembangan yang menarik dalam dunia pemikiran yang mengadobsi temuan fisika baru yang disebut Quantum. Metode Pembelajaran Quantum telah berhasil mengadobsi prinsip-prinsip baru fisika quantum ke dalam metode pembelajarannya yang menempatkan musik sebagai salah-satu faktor penting.   Kata kunci: Paradigma, Perspektif, Quantum, Metode, Musik.
SEJARAH MUSIK SEBAGAI SUMBER PENGETAHUAN ILMIAH UNTUK BELAJAR TEORI, KOMPOSISI, DAN PRAKTIK MUSIK Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2779

Abstract

Dalam ranah pendidikan music, mata sejarah musik memiliki fungsi paling dasar dan penting sebagai pengetahuan ilmiah bagi semua mata pelajaran dan minat-minat studi yang terkait dengan bidang studi musik. Sejarah musik sangat bermanfaat untuk belajar teori-teori (musicology), atau penciptaan musik (composition), dan juga praktik-praktik vokal maupun instrumen musik (performance). Sekalipun sejarah musik penting sebagai pengetahuan ilmiah, tetapi perlu dilengkapi dengan sumber informasi tambahan antara lain pengetahuan tentang kebudayaan; sejarah filsafat; sejarah umum; perkembangan teknologi dan sains; bahkan mitologi. Artikel ini diharapkan akan dibaca dan bermanfaat bagi siapa saja terutama para pelajar musik dan juga termasuk para pengajar sejarah musik. Pembelajaran sejarah musik dapat dieksplorasi agar menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mencapai tujuannya yakni sebagai ilmu pengetahuan ilmiah musik. In the domain of music education — the history of music has the most basic and important function as scientific knowledge for all subjects and interests – the interests of related subjects with majors in music. It is very beneficial to learning theories (musicology), or music creation (composition), and also practices of vocals and music instruments (performance). Though it is important as scientific knowledge, but it needs to be complemented by additional information sources like knowledge of culture, the history of philosophy, public history, the development of technology and science, and even mythology. This article will hopefully be useful for anyone, especially the students and also teachers of music history. Learning music history can be explored in order to become more attractive and fun, and achieve the goal of learning; that is a source of scientific knowledge.
PROGRAMATISME DALAM MUSIK INSTRUMENTAL ERA ROMANTIK (Programatism of Romantic Era in Instrumental Music) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i2.843

Abstract

Programatisme diartikan sebagai aliran atau faham yang berkembangsebagai kekuatan baru akibat dari sikap para komposer, seperti : Ludwigvon Beethoven (1770-1827) dan Franz Peter Schubert (1797-1828), yangmencipta musik program pada awal era Romantik abad ke-19. Sikapeksploratif Richard Wagner (1813-1883), Giussepe Verdi (1813-1901),maupun Franz Liszt (1811-1886), yang memberikan makna baru padakomposisi seakan mengoreksi dan bahkan menentang keterbatasan aliranmusik “absolut” yang tetap menekankan pada penggunaan bentuk-bentukmusik sebagai platform komposisi. Kandungan makna atau isi, maupunmuatan lain dipadukan dengan ide musikalnya sehingga terwujud musikyang lebih ekspresif bahkan sangat dramatis sesuai dengan “semanagtjaman” Romantik.Kata Kunci: musik, programatisme, era Romantik, komposer
Paradigma Baru Penelitian Seni (The New Paradigm of Arts Research) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.737

Abstract

Atmosfer penelitian seni di lingkungan perguruan tinggi seni masihterasa kering bila dibandingkan dengan penelitian ilmu-ilmu lain,terutama oleh karena persoalan paradigma dan parameter ilmiah.Paradigma lama yang memandang dikotomis ilmu dan seni sebagaisuatu relasi yang berhadap-hadapan sesungguhnya benar-benar telahusang. Pikiran seperti itu perlu segera dikoreksi karena hakikat seniadalah suatu disiplin yang bersifat sains dan filsafat; maka paradigmabaru perlu dikembangkan untuk tujuan pembebasan berpikir terutamabagi para peneliti seni. Kebebasan berpikir dan perasaan merdeka sangatmendorong peneliti seni menghasilkan banyak kreativitas, inovasi, danpenemuan-penemuan.Kata kunci: penelitian, seni, paradigma, kreativitas.
PERSOALAN MENCARI IDENTITAS MUSIK INDONESIA MELALUI  KAJIAN HISTORIS GAMELAN DAN KERONCONG (The Searching Problems of Indonesian Music Identity Through the Study of  Gamelan and Keroncong History) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i1.705

Abstract

Pembangunan   nasional   tenis   benlanjut   tetapi   pesoalan   bangsa   kian   hari   makin  banyak dan tak terduga. Semua sektor termasuk kebudayaan dan seni harus layak  dijual.   Persoalan   kreativitas   dahulu   kurang   diperdebatkan,   kini   masalah   itu  dikaitkan   dengan   HaKI   dan   Paten   dan   ramai   dibicarakan.   Dalam   kancah   musik,  musik   Indonesia   seharusnya   mampu   menembusmedan   yang   lebih   luas   hingga   ke  tingkat   dunia.   Tetapi   batasan   tentang   musik   Indonesia   juga   masih   banyak  diperdebatkan.   Mungkin   benar   akanpendapat   Paul   Wolbers   tentang  Game/an  dan  Keroncong sebagai musik nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Itulah aset  kita.Kata kunci: musik nasional. tradisi, nasionalisme, gamelan, Keroncong
SEJARAH MUSIK SEBAGAI SUMBER PENGETAHUAN ILMIAH UNTUK BELAJAR TEORI, KOMPOSISI, DAN PRAKTIK MUSIK Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2779

Abstract

Dalam ranah pendidikan music, mata sejarah musik memiliki fungsi paling dasar dan penting sebagai pengetahuan ilmiah bagi semua mata pelajaran dan minat-minat studi yang terkait dengan bidang studi musik. Sejarah musik sangat bermanfaat untuk belajar teori-teori (musicology), atau penciptaan musik (composition), dan juga praktik-praktik vokal maupun instrumen musik (performance). Sekalipun sejarah musik penting sebagai pengetahuan ilmiah, tetapi perlu dilengkapi dengan sumber informasi tambahan antara lain pengetahuan tentang kebudayaan; sejarah filsafat; sejarah umum; perkembangan teknologi dan sains; bahkan mitologi. Artikel ini diharapkan akan dibaca dan bermanfaat bagi siapa saja terutama para pelajar musik dan juga termasuk para pengajar sejarah musik. Pembelajaran sejarah musik dapat dieksplorasi agar menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mencapai tujuannya yakni sebagai ilmu pengetahuan ilmiah musik. In the domain of music education — the history of music has the most basic and important function as scientific knowledge for all subjects and interests – the interests of related subjects with majors in music. It is very beneficial to learning theories (musicology), or music creation (composition), and also practices of vocals and music instruments (performance). Though it is important as scientific knowledge, but it needs to be complemented by additional information sources like knowledge of culture, the history of philosophy, public history, the development of technology and science, and even mythology. This article will hopefully be useful for anyone, especially the students and also teachers of music history. Learning music history can be explored in order to become more attractive and fun, and achieve the goal of learning; that is a source of scientific knowledge.
MUSIK SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUANTUM (MUSIC AS IMPORTANT FACTOR IN APPLICATION QUANTUM LEARNING METHOD) Martopo, Hari
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.681

Abstract

Musik adalah seni yang paling abstrak sekaligus juga merupakan realitas fisika bunyi yang memilik banyak keunggulan untuk membantu pendidikan watak halus seseorang. Ia telah banyak dikaji oleh para pemikir, kaum agama, pendidik, dan teoretikus seni; selain sebagai seni ia banyak digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari tradisi, adat, hiburan, maupun pendidikan. Pasca Perang Dunia ke-2 telah terjadi perkembangan yang menarik dalam dunia pemikiran yang mengadobsi temuan fisika baru yang disebut Quantum. Metode Pembelajaran Quantum telah berhasil mengadobsi prinsip-prinsip baru fisika quantum ke dalam metode pembelajarannya yang menempatkan musik sebagai salah-satu faktor penting.   Kata kunci: Paradigma, Perspektif, Quantum, Metode, Musik.