Barkah Welli Sanjaya Yuwanto, Ph.D Dra. Puji Astuti, M.Si
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS (PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT) TAHUN 2009-2010 DI KABUPATEN GROBOGAN Barkah Welli Sanjaya Yuwanto, Ph.D Dra. Puji Astuti, M.Si
Journal of Politic and Government Studies Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProgram PAMSIMAS merupakan program pemerintah pusat yang membantu penyediaan air minum dan sanitasi dengan konsep berbasis kebutuhan masyarakat bagi kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang memiliki kesulitan didalam pemenuhan akses air dan sanitasi. Salah satu kabupaten yang telah melaksanakan Program PAMSIMAS Tahun 2008 adalah Kabupaten Grobogan. Akan tetapi, dari pemberitaan surat kabar Tahun 2011 menyatakan bahwa Program PAMSIMAS gagal terlaksana untuk membantu masyarakat dalam akses air dan sanitasi, bahkan dikatakan banyak yang mangkrak (tidak terawat). Padahal menurut pemerintah kabupaten dan konsultan PAMSIMAS, bahwa desa-desa penerima Program PAMSIMAS telah berhasil, bahkan ada yang mendapatkan HID.Tipe penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, dengan lokasi penelitian di Desa Jetaksari, Kenteng, Ngrandah dan Pakis sebagai desa penerima Program PAMSIMAS untuk menggambarkan mengapa terjadi variasi pencapaian tujuan Program PAMSIMAS, yakni berhasil dan gagal. Selain itu, juga menggambarkan dalam analisisnya bagaimana proses pelaksanaan PAMSIMAS?Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa masalah pada proses pelaksanaan PAMSIMAS yakni pada komponen pendukung keberhasilan Program PAMSIMAS seperti perencanaan (komponen I: Keterlibatan Masyarakat), pembangunan (komponen II: Pelayanan sanitasi dan kesehatan masyarakat), dan pengelolaannya (komponen III: penyediaan sarana air minum dan sanitasi).Proses perencanaan (komponen I), tidak selamanya berbasia masyarakat didalam perencanaan program, karena yang terlibat adalah perwakilan masyarakat dan pemerintah desa dan hasil perencanaan tidak di sampaikan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat dari keempat desa hanya mengetahui perencanaan program dari komponen kontribusi biaya (in-cash) dan tenaga (in-kind) untuk pembangunan Program PAMSIMAS, tanpa mengerti tentang rincian pembangunan tersebut. Disisi lain, Desa Jetaksari memiliki masalah pada pembangunan1 Barkah Welli Sanjaya adalah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, Semarang. Alamat email : sanjaya_barkah@yahoo.com2 Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip3 Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip2(komponen II) yang berdampak pada pelaksanaan pengelolaan (komponen III), yakni masalahpada proses penentuan sumber air yang tidak melalui uji kelayakan dan kesehatan sehingga airyang dihasilkan tidak layak konsumsi oleh masyarakat, yang pada akhirnya membuat saranatidak pernah dipakai serta tidak terawat oleh masyarakat. Desa Kenteng, Ngrandah dan Pakismemiliki masalah pada upaya penambahan jumlah sumur (komponen III) untuk melayanikebutuhan masyarakat akan air bersih, meskipun telah dilakukan pengembangan akses sarana air.Namun penggunaan air dari ketiga desa tersebut tidak efektif, karena masyarakat lebih memilihmenggunakan sarana air pribadi daripada sumur PAMSIMAS ketika musim penghujan,sedangkan penggunaan sarana PAMSIMAS hanya ketika musim kemarau. Padahal, ProgramPAMSIMAS mengaharapkan adanya keberlanjutan penggunaan untuk membantu pemasukanbiaya untuk pengelolaan sarana air.Sedangkan dari sisi kegiatan pengelolaan sanitasi, hanya Desa Kenteng yang memiliki kegiatanrutin untuk melaksanakan pemantauan tingkat kesadaran sanitasi dan PHBS masyarakat,sedangkan Desa Jetaksari, Ngrandah dan Desa Pakis memiliki masalah masalah koordinasi danbantuan serta pemahaman mengenai konsep “relawan” (sukarela) antar anggota kader sanitasimaupun pemerintah. Sehingga membuat pelaksanaan kegiatan pemantauan sanitasi dan PHBSmasyarakat terkendala, meskipun memiliki potensi untuk dilanjutkan kembali.Kata kunci: Program PAMSIMAS, proses, keterlibatan masyarakat