This Author published in this journals
All Journal Profetika
Saifudin, Saifudin
Dosen FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSPEKTIF ISLAM TENTANG TEORI KONEKSIONISME DALAM PEMBELAJARAN Saifudin Saifudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16696

Abstract

Faktor penting keberhasilan belajar seseorang adalah metode belajarnya. Untuk kepentingan tersebut para ahli dan ilmuan mengembangkan pelbagai konsep, bentuk dan model metode belajar. Dalam pelbagai literatur disebutkan bahwa metode-metode belajar yang dikembangkan adalah sebagai berikut, yaitu: Psikologi Klasik, Psikologi Daya, Mental State, Behaviorisme, Koneksionisme, Psikologi Gelstalt, dan Psikologi Filed Theory. Dari tujuh metode tersebut, teori atau metode belajar koneksionisme banyak dikaji dan diaplikasikan oleh orang tua, guru/dosen sebagai pendidik anak-anak didiknya serta masyarakat pada umumnya. Secara empiris, konsep belajar koneksionisme banyak dipraktekkan pada semua tingkat pendidikan, baik pada level pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.  Konsep atau teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike (1874-1949). Sebagai pakar psikologi Pendidikan, Thonndike dalam mengembangkan teorinya melakukan pelbagai macam ekspirimen yang mengkombinasikan kajian psikologi dan biologi. Oleh karena itu secara epistemologis, teori dan hasil kajiannya sarat dengan metode-metode ilmiah khas Barat. Kendati demikian, teori belajar koneksionisme tersebut telah banyak dipraktekkan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Agar para orang tua dan guru/dosen tidak terjebak pada koneksionisme an sich, diperlukan kajian kritis atas teori tersebut dalam perspektif Islam. Masalah pokok yang dikaji dalam penelitian adalah apa dan bagaimana konsep/teori koneksionisme dikembangkan dalam pembelajaran dan bagaimana pandangan Islam atas teori tersebut. 
INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS: STUDI PENULISAN SKRIPSI DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Saifudin Saifudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11650

Abstract

Integrasi ilmu di UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta (UIN Jakarta) adalah mandat utama transformasi perubahan status IAIN menjadi UIN. Pemikiran dan gagasan ini menegaskan bahwa secara filosofis antara (ilmu) agama atau sains tidak ada pertentangan. Keduanya berwatak Islami karena keduanya bersumber dari Allah SWT, baik berupa wahyu maupun alam semesta. Oleh karena itu, sains tidak bebas nilai  dan tidak dikhotimis. Kendati demkian,  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan integrasi ilmu agama dan sains di UIN Jakarta belum terimplmentasi pada regulasi,  metode, petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk teknis (juknis) dengan konsepsi atau narasi yang disampaikan UIN Jakarta. Sebanyak 45 skripsi di bidang sains yang dijadikan sample penelitian ini tidak ditemukan pemikiran atau model integrasi ilmu agama dan sains. Integrasi di UIN Jakarta hanya tampak pada kebijakannya, yaitu para Surat Keputusan Rektor. Masalah pokok yang dikaji dalam penelitian adalah bagaimana model, rupa atau bentuk implementasi integrasi ilmu agama dan sains dalam penulisan karya skripsi di UIN Jakarta.