S. Suyatmini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SD N Kemasan I Surakarta Subkhi Widyatmoko; S. Suyatmini
Manajemen Pendidikan Vol. 12., No. 2., Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.744 KB) | DOI: 10.23917/jmp.v12i3.5528

Abstract

This study aims to describe (1) Planning of school operational funds (BOS) (2)the implementation of school operational funds (BOS) (3) accountability of schooloperational funds (BOS) on Elementary School of Kemasan I Surakarta. This studyused a qualitative research with a ethnographic approach. The technique of collecting data through interviews, observation, and dokumentasi. Data analysis technique is done by using several stages of data collection, data reduction, data presentation, and data verification. Testing the validity of the data using triangulation techniques sources and methods. The results of the study concluded (1) in the planning process components involved, among others, the principal in charge, the school treasurer, board of teachers and school committee. The planning process begins with preparing RAKS (2) The implementation of BOS management begins with withdrawals made treasurer as required by leaving a minimum balance in the bank. Expenses that are not included in the 13 items in the governance of the BOS funds using dues infak students held every Friday. (3) The accountability of the BOS through a report done gradually every day. In the BOS management there are several books of governance must be made that the public treasury Books, General Treasury Ledger, Ledger and Ledger Bank Tax.
Faktor Stratejik Kemandirian Belajar Matematika di SMP S. Suyatmini; Aryanugraha Madyanata
Manajemen Pendidikan Vol. 13, No. 2, Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.094 KB) | DOI: 10.23917/jmp.v13i2.7442

Abstract

Kemandirian merupakan suatu sikap atau perilaku dan kemampuan seseorang untuk  melakukan aktifitas tanpa adanya ketergantungan dengan bantuan orang lain. Mandiri adalah sifat tidak bergantung pada orang lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya Syarbini dan Arbain (2014: 72), Sedangkan menurut Wibowo (2013: 45) Kemandirian adalah sikap dan perilaku untuk tidak mudah tergantung pada orang tua dan orang lain dalam  menyelaikan tugas-tugas. Masing-masing individu mempunyai tingkat kemandirian belajar  yang berbeda-beda, tetapi belum ada aturan yang baku untuk menentukan hal itu. Siswa yang mempunyai kemandirian belajar dapat dilihat dari kegiatan belajarnya, dia tidak perlu disuruh untuk belajar akan tetapi kegiatan belajar dilaksanakan atas dorongan dan inisiatifdirinya sendiri.Wibowo (2013:45)menjelaskanbahwa kedisiplinan adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan, Sedangkan menurut Syarbini dan Arbain(2014: 71) disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan terhadap suatu aturan yang  berlaku.Kedisiplinan diartikan sebagai perilaku seseorang mengikuti pola-pola tertentu yang  telah ditetapkan atau disetujui terlebih dahulu baik persetujuan tertulis, lisan maupun berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan.Menurut Sugihartono, Fathiyah, Harahap, Setiawati, dan Nurhayati (2015:3) menjelaskan tingkat sosial ekonomi orang tua di bagi menjadi 3 kategori, yaitu: kategori tingkat social ekonomi tinggi, kategori tingkat sosial ekonomi sedang, dan kategori tingkat sosial ekonomi rendah. Kategori tingkat sosial ekonomi sedang dan rendah memiliki pengaruh pada kemandirian siswa dalam mengembangkan ilmu matematikanya. Tidak sedikit dari siswa yang memiliki orang tua dengan tingkat sosial ekonomi rendah harus ikut bekerja mencari biaya sendiri untuk membiayai pendidikannya sendiri bahkan membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan yang memiliki orang tua dengan tingkat sosisal ekonomi sedang tidak begitu besar pengaruhnya pada tingkat kemandirian siswa dalam belajar, berbeda pula siswa yang memliki orang tua dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi karna siswa tidak perlu lagi memikirkan akan biaya dan semua kebutuhan pendidikan yang ia butuhkan, jadi ia hanya perlu untuk fokus pada pendidikan yang ia tempuh saja.Hipotesis dalam penelitian: “Terdapat kontribusi tingkat sosial ekonomi orang tua dankedisiplinan belajar terhadap kemandirian”. Tujuan penelitian ini menguji kontribusi tingkat sosial ekonomi orang tua dan kedisiplinan belajar terhadap kemandirian.