Hesti Yulianingrum
Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jalan Raya jakenan Jaken Km 5 kotak pos 5, Jaken, Pati, Jawa Tengah 59182

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budidaya Kopi Rakyat dengan Pengeelolaan Bahan Organik Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Cadangan Karbon Hesti Yulianingrum; Ika Ferry Yunianti; Maria Angelina Nai Ulu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.594 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.97-106

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) akibat dari kegiatan pertanian akan menyebabkan perubahan iklim. Dampak perubahan iklim akan mengancam produktivitas tanaman kopi. Upaya mitigasi GRK perlu dilakukan untuk mencegah penuruan produktvitas kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui emisi GRK dan cadangan karbon dari perbedaan jenis pupuk yang diberikan (sistem organik dan konvensional)  di perkebunan kopi rakyat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilaksanakan  pada lahan perkebunan kopi rakyat di Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada dua lokasi dengan sistem budidaya konvensional (tanpa penambahan bahan organik) dan organik (penambahan bahan organik). Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran gas rumah kaca (GRK) serta cadangan karbon. PengukuranGRK menggunakan metode sungkup tertutup dengan 4 titik pengambilan sampel. Perhitungan cadangan karbon dengan pengambilan sampel biomassa kering denga metode RaCSA (Rapid Carbon Stock’s Assesment). Hasil penelitian menunjukkan perkebunan kopi mampu menurunkan GWP sebesar 24,77 % dibandingkan pada sistem konvensional. Perkebunan kopi rakyat dengan sistem konvensional menghasilkan cadangan karbon dan serapan karbon yang lebih besar dibandingkan dengan sistem organik. Keragaman jenis tanaman penaung, umur tanaman dan sistem budidaya sangat mempengaruh cadangan karbon yang dihasilkan pada suatu lahan. Pengelolaan perkebunan secara organik dengan tanaman tahunan sebagai penaung (Agrogorestri) merupakan kegiatan ramah lingkungan sebagai upaya mitigasi gas rumah kaca.
Penerapan Paket Teknologi Ramah Lingkungan Untuk Mengurangi Emisi Metana (CH4) Di Lahan Sawah Hesti Yulianingrum; Helena Lina Susilawati; Ali Pramono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.31 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.149-157

Abstract

Perubahan iklim (PI) memerlukan perhatian yang serius, khususnya di sektor pertanian karena sector ini merupakan sumber dan kurban dari adanya PI. Oleh karena itu, perlu pendekatan dalam pengembangan pertanian untuk menghadapi PI salah satunya melalui Climarte Smart Agriculture (CSA) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, adaptasi dan mitigasi terhadap PI. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapat informasimengenai paket teknologi ramah lingkungan di lahan sawah dalam meningkatkan produksi padi dan menurunkan emisi metana CH4. Penelitian dilaksanakan di 3 lahan milik petani (Desa Kemangi, Desa Glentengan, dan Desa Blao) kecamatan Jaken, kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan mengintroduksikan paket teknologi ramah lingkungan budidaya padi dan membandingkan dengan cara budidaya petani konvensional. Hasil penelitian menunjukkan penelitian, Lokasi 3 desa Blao menghasilkan kombinasi emisi CH4 rendah dan menghasilkan rata-rata GKP tinggi. Lokasi 2 desa Glentengan menghasilkan emisi CH4 tinggi dan produksi rata rata GKP tinggi. Lokasi 1 desa Kemangi menghasilkan emisi CH4 rendah dan produksi GKP rendah. Emisi CH4 pada perlakuan introduksi berkisar 245-463 kg CH4/ha/musim sedangkan pada perlakuan konvensional berkisar 214-612 kg CH4/ha/musim. Hasil GKP pada perlakuan introduksi berkisar 6,12-7,72 ton/ha sedangkan pada perlakuan konvensional hasil GKP berkisar 5,58-6,58 ton/ha. Penerapan paket teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi emisi CH4 sebesar 12,8 % serta dapat meningkatkan rata rata hasil GKP sebesar 9,8 %.