Dwi Wahyu Mentari
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daya Dukung Perairan Rawa Mesangat Sebagai Habitat Buaya Siam Teguh Muslim; Dwi Wahyu Mentari; Nanda Farhazakia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 3 (2020): November 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.3.436-445

Abstract

Rawa Mesangat merupakan habitat utama buaya Siam yang tersisa di Indonesia dan juga sebagai lokasi utama bagi nelayan sekitar. Produksi ikan sebagai sumber ekonomi masyarakat sekaligus makanan potensial bagi buaya Siam dapat terus berkelanjutan bila rantai makanan ekosistem tidak terputus dengan syarat kualitas perairan yang sehat. Pengambilan sampel air ± 1200 ml di setiap lokasi yang dilakukan di 6 (enam) lokasi dalam area perairan rawa Mesangat. Analisis kualitas air dilakukan di laboratorium Peraikanan dan Ilmu Kelautan. Kualitas perairan  menunjukkan pH yang normal, BOD 0,12 – 1,25 ppm termasuk dalam kategori tercemar rendah, COD 15,54 – 40,58 ppm dalam kategori tidak layak untuk kehidupan biota perairan, CO2 2,80 – 5,19 ppm kategori baik, TDS rendah antara 65 – 131 mg/L, TSS berkisar 7 – 87 mg/L, DO antara 2,86 – 3,19 mg/L, kadar nitrat tertinggi adalah 0,21 mg/L sedangkan kadar nitrat terendah 0,01 mg/L, kisaran suhu air antara 26 – 32oC, nilai Zn (seng) berkisar antara <0,003 – 0,02 mg/l. Perbedaan kualitas air pada setiap lokasi dapat disebabkan oleh faktor tutupan vegetasi pohon, vegetasi terapung, kekuatan arus sungai atau sirkulasi aliran air. Vegetasi terapung yang menyebar luas di perairan rawa sangat mungkin mempengaruhi kualitas air, salah satu contohnya adalah Salvinia molesta yang dapat memulihkan kualitas air atau sebaliknya tergantung kuantitas penutupan pada permukaan perairan. AbstractThe Mesangat Swamp is the main habitat of the remaining crocodiles in Indonesia as well as a prime location for nearby fishermen. Fish production as an economic source of society as well as potential food for the Siamese crocodile can continue to be sustainable when the food chain ecosystem is not disconnected with the condition of healthy water quality. Water sampling of ± 1200 ml in each location carried out at 6 (six) locations within the Mesangat Swamp water area. The analysis of water quality is done in the Fishery and marine Sciences laboratories. The quality of the water indicates a n ormal pH, the BOD 0,12 – 1,25 ppm belongs to the low tainted category, COD 15,54 – 40,58 ppm in a category not feasible for the life of aquatic biota, CO2 2,80 – 5,19 ppm good category, low TDS between 65 – 131 mg/L, TSS range 7 – 87 mg/L, DO between 2,86 – 3,19 mg/L, highest nitrate level is 0.21 mg/L while lowest nitrate rate is 0,01 mg/l, water temperature range between 26 – 32oC, The value of Zn (zinc) ranges between < 0,003 – 0,02 mg/L. The difference in water quality at each location can be caused by the tree vegetation cover factor, floating vegetation, river current strength or water flow circulation. Floating vegetation that is widespread in swamp waters is very likely to affect water quality, one example is Salvinia molesta that can restore water quality or vice versa depending on quantity closure on water surface